POLKAM

Menko Polkam Tegaskan Sekolah Rakyat Investasi Bangsa untuk Indonesia Emas 2045

Presiden RI Prabowo Subianto
Menko Polkam Budi Gunawan menegaskan Sekolah Rakyat dapat memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah karena alasan ekonomi. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal (Purn.) Budi Gunawan menegaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

Hal itu diungkapkan Budi saat menghadiri acara pembekalan guru dan kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8).

Budi menyebut negara hadir menjamin pendidikan yang merata, gratis, dan berkualitas hingga ke pelosok, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Baca Juga: Kemenko Polkam Ungkap Arahan Prabowo, Setiap Program Prioritas Harus Terlindungi Gangguan Siber

Lebih lanjut, Menko Polkam menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat terintegrasi dengan peningkatan kualitas guru, penguatan kurikulum kebangsaan, serta dukungan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis dan Susu Gratis.

“Sekolah Rakyat adalah investasi jangka panjang untuk membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

“Di era digital yang penuh tantangan ini, Sekolah Rakyat hadir untuk memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan. Para guru adalah garda terdepan dalam menanamkan nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi penerus,” tambah Menko Polkam.

Dalam acara, Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada 154 kepala sekolah dan 2.221 guru.

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Konvensi Senjata Biologi

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada lintas kementerian yang telah berhasil mengoperasikan 100 Sekolah Rakyat sejak diresmikan pada 14 Juli 2025 lalu.

Presiden juga menerangkan pemerintah akan menambah 65 Sekolah Rakyat lagi yang rencananya mulai beroperasi pada September 2025.

Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada para guru dan kepala sekolah yang telah menjalankan tugas mulia mendidik generasi penerus bangsa.

Baca Juga: Dubes Rusia di Jakarta Respons soal eks TNI AL Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran

Menurutnya, anak-anak Indonesia yang cerdas akan mampu memutus rantai kemiskinan dan memberi harapan baru bagi masa depan keluarga dan bangsa.

Acara ini sekaligus meneguhkan komitmen Presiden Prabowo bahwa pendidikan harus menjadi pintu bagi setiap anak bangsa untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dari kesempatan mengenyam pendidikan yang layak. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.