Menko Polkam: Perwira Polri Harus jadi Sosok Pengabdi yang Dicintai Rakyat

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago menegaskan Polri harus hadir sebagai institusi yang benar-benar dicintai masyarakat melalui sikap pengabdian, keteladanan, dan profesionalisme para perwiranya.
Hal itu disampaikan Djamari saat memberikan pembekalan kepada 1.064 taruna dan siswa di Akademi Kepolisian, dengan tema mewujudkan perwira Polri yang adaptif, profesional, dan dicintai masyarakat dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Menurut Djamari, menjadi perwira Polri bukan sekadar pekerjaan formal, melainkan bentuk pengabdian sepanjang hayat kepada bangsa dan negara.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong ASEAN Satu Suara Lindungi Warga dan Jaga Perdamaian Kawasan
Maka dari itu, para calon perwira diminta tidak terjebak pada orientasi pangkat maupun jabatan, tetapi lebih mengutamakan manfaat nyata bagi rakyat.
“Sadarilah bahwa menjadi perwira polisi adalah pengabdian, bukan sekadar profesi. Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup,” ujar Djamari.
Ia menekankan masyarakat membutuhkan sosok polisi yang tulus melayani dan mampu menghadirkan rasa aman.
Baca Juga: Presiden Prabowo Gunakan Maung di KTT ASEAN, Simbol Industri Pertahanan RI Mendunia
Polisi, lanjutnya, tidak boleh hanya menjadikan slogan “pelindung dan pengayom masyarakat” sebagai simbol semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.
Dalam pembekalannya, Menko Polkam juga mengingatkan luasnya wilayah Indonesia dengan karakter budaya yang beragam.
Taruna Akpol, lanjut Djamari, harus siap ditempatkan di seluruh penjuru negeri dengan tantangan sosial yang berbeda-beda.
Selain kemampuan teknis, Djamari menyoroti pentingnya kepemimpinan yang humanis.
Baca Juga: Retreat KTT ASEAN: Presiden Prabowo Dorong Kawasan Tetap Solid dan Damai
Ia meminta para calon perwira membangun kedekatan dengan anggota dan memimpin langsung di tengah tugas.
“Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya. Sayangi anak buahmu sebagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh atasanmu,” tegasnya.
Djamari turut mengingatkan bahwa keberhasilan seorang perwira tidak hanya diukur dari prestasi pribadi, tetapi juga dari kemampuan membangun satuan kerja yang solid, profesional, dan berprestasi. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































