POLKAM

Menko Polkam: Perang Melawan Narkoba tak Bisa Diserahkan ke BNN Sendiri

Menko Polkam Djamari Chaniago
Menko Polkam Djamari Chaniago tegaskan perang melawan narkoba tak bisa diserahkan hanya ke BNN. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Pemerintah menyatakan perang terhadap narkotika bukan sekadar agenda penegakan hukum, melainkan perjuangan menyelamatkan masa depan bangsa.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat mewakili Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), di Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam menegaskan ancaman narkotika telah berkembang menjadi persoalan multidimensi yang mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga: URI Resmi Diluncurkan, Donny Ungkap Misi Besar Prabowo Bangun Generasi Pemimpin Berkelas Dunia

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dinilai bukan hanya melahirkan persoalan kriminalitas, tetapi juga merusak generasi produktif yang menjadi tumpuan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, mari kita bergerak bersama menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya narkotika," tegas Menko Polkam.

Djamari menekankan keberhasilan pemberantasan narkotika tidak mungkin hanya mengandalkan BNN maupun aparat penegak hukum.

Menurutnya, perang melawan narkoba membutuhkan kolaborasi nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, institusi pendidikan, keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Kunjungan Direktur FBI, Ada Apa?

Pendekatan kolaboratif, kata Djamari, menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini di lingkungan keluarga dan masyarakat.

"Pemberantasan narkotika bukan hanya tugas negara dan aparat penegak hukum. Ini adalah tugas dunia dan akhirat untuk menyelamatkan manusia, menyelamatkan bangsa kita ke depan," ujarnya.

Sebagai simbol komitmen pemerintah yang tidak memberi ruang bagi kejahatan narkotika, Menko Polkam memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkotika yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Menko Polkam juga memberikan motivasi kepada seluruh jajaran BNN agar tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat dari ancaman narkotika yang semakin kompleks.

Baca Juga: Benteng NKRI Diperkuat, Kemenko Polkam Gaspol Bangun Infrastruktur Pertahanan di Perbatasan

Dalam kunjungannya ke Balai Rehabilitasi BNN, Djamari turut berdialog dengan para peserta rehabilitasi.

Ia memberikan semangat agar mereka tidak menyerah pada masa lalu, melainkan bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang sehat serta produktif sebagai bagian dari masyarakat.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat strategi nasional melalui pendekatan yang komprehensif, mencakup pencegahan, edukasi, penegakan hukum, hingga rehabilitasi.

Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing global sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.