POLKAM

Menko Polkam Pastikan Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Utara Berjalan Lancar

Menko Polkam
Pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak banjir di Desa Kuala Cangkoy, Kabupaten Aceh Utara, terus berjalan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir di Desa Kuala Cangkoy, Kabupaten Aceh Utara, terus menunjukkan progres positif.

Program yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia ini menghadirkan harapan baru setelah berbulan-bulan masyarakat hidup dalam kondisi pengungsian.

Di atas lahan yang sebelumnya dipenuhi lumpur dan puing, kini berdiri rumah berukuran 6x6 meter yang tersusun dalam satu kluster.

Dari target 104 unit, sebanyak 39 rumah telah rampung berikut instalasi listriknya, sementara pemasangan jaringan air bersih tengah diselesaikan sebelum rumah siap dihuni.

Baca Juga: Menko Polkam: Kekuatan Udara Ditentukan Disiplin Personel Bukan Hanya Alutsista

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, memastikan proses berjalan pembangunan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, pembangunan huntap ini berjalan lancar, mulai dari distribusi material hingga pengerjaan di lapangan. Saya optimistis seluruh target dapat diselesaikan akhir Maret 2026,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat segera menempati hunian baru, terutama menjelang Ramadan, sehingga aktivitas ibadah dapat berlangsung lebih nyaman dengan dukungan fasilitas masjid di kawasan tersebut.

Dukungan lintas sektor menguatkan percepatan pembangunan. Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menegaskan kesiapan TNI bersama kepolisian memastikan distribusi material dan konstruksi berjalan aman.

Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Kerja Sama Politik dan Keamanan dengan Amerika–Eropa

Pemerintah daerah juga bergerak cepat menyiapkan lahan, legalitas, serta utilitas dasar.

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menyebut huntap juga menjadi simbol kehadiran negara.

“Hunian tetap ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol hadirnya pemerintah dalam memulihkan rasa aman dan martabat masyarakat,” ungkap Ismail.

Hunian dirancang menggunakan struktur baja galvanis tahan karat dan gempa dengan sistem knock down atau rumah bangun cepat, sehingga konstruksi lebih efisien.

Setiap unit dilengkapi furnitur dasar, televisi, serta kamar mandi dengan fasilitas lengkap.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tekankan Daya Saing Indonesia di Tingkat Global

Bagi warga seperti Armiati Dani, rumah baru menjadi tanda dimulainya kembali kehidupan. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh pihak yang terlibat.

Selain 104 unit rumah, kawasan tersebut juga dilengkapi balai desa dan masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ibadah.

Program ini merupakan kolaborasi Kemenko Polkam, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, unsur TNI-Polri, dan berbagai mitra.

Huntap Kuala Cangkoy kini menjadi simbol kebangkitan untuk menata masa depan sekaligus bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat saat menghadapi bencana. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.