Kuba Kecam Kunjungan Kapal Selam Nuklir AS ke Teluk Guantanamo

Jakarta, IDM - Pemerintah Kuba secara tegas menolak kehadiran kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) di Teluk Guantanamo pada beberapa waktu lalu. Langkah itu disebut sebagai eskalasi provokatif yang mengancam stabilitas perdamaian di kawasan.
"Kuba menolak keras kedatangan kapal selam bertenaga nuklir di Teluk Guantanamo, di pangkalan militer AS yang berlokasi di sana. Ini merupakan eskalasi provokatif AS, yang motif politik atau strategisnya tidak diketahui," tulis Pemerintah Kuba melansir Cubaminrex.cu, laman resmi Kementerian Luar Negeri Kuba, Rabu (12/7).
Baca Juga : Hadapi Dinamika Keamanan di Timur Tengah, AS dan Israel Gelar Latma Militer
Lebih lanjut, Kuba memperingatkan bahwa kedatangan kapal selam nuklir AS itu dapat membahayakan keamanan di kawasan Karibia. Kuba pun mengecam pangkalan militer AS yang hingga kini masih aktif digunakan di Teluk Guantanamo.
Pemerintah Kuba telah berulang kali menuntut pengembalian wilayah seluas 117 kilometer persegi di Guantanamo yang dijadikan pangkalan Angkatan Laut AS sejak Perang Spanyol-Amerika pada 1898. Kemudian pada tahun 2002, wilayah itu telah digunakan menjadi pusat penahanan yang menampung "kombatan musuh" dalam upaya melawan teror setelah serangan 11 September 2001.
Baca Juga : Usai Pemberontakan Wagner, Jenderal Tertinggi Rusia Muncul Perdana di Hadapan Publik
Kini, Kuba menegaskan kembali bahwa pangkalan militer AS tersebut tidak sah dan melanggar hak-hak kedaulatan negaranya. Bahkan, pangakalan militer itu disebut telah digunakan sebagai pusat penyiksaan para tahanan dari berbagai negara.
"Keberadaanya hanya mengejar tujuan politik yang melanggar hak kedaulatan Kuba. Kegunaan praktisnya dalam beberapa dekade terakhir yaitu beroperasi sebagai pusat penahanan, penyiksaan dan pelanggaran sistematis terhadap hak asasi manusia puluhan warga negara dari beberapa negara," katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































