
Cina Uji Coba Rudal dari Kapal Selam Nuklir, Picu Kekhawatiran di Kawasan
Angkatan Laut Cina berhasil melakukan uji peluncuran rudal strategis dari sebuah kapal selam nuklir pada Senin (6/7) pukul 12:01 siang waktu setempat.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Angkatan Laut Cina berhasil melakukan uji peluncuran rudal strategis dari sebuah kapal selam nuklir pada Senin (6/7) pukul 12:01 siang waktu setempat.

Presiden Rusia Vladimir Putin menginspeksi uji kekuatan nuklir di darat, laut, dan udara pada Rabu (22/10), guna melatih kesiapan unit tersebut.

Kementerian Pertahanan Korea Utara (Kemhan Korut) mengecam Amerika Serikat (AS) karena mengerahkan kapal selam nuklir ke Korea Selatan (Korsel), yang mengancam stabilitas keamanan regional.

Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksamana Madya (Purn) Amarullah Octavian, mengatakan TNI AL harus memiliki senjata berteknologi nirawak (unmanned system) yang mampu mendeteksi kapal selam nuklir.

Australia akan menyediakan 4,6 miliar AUD untuk pembangunan kapal selam bertenaga nuklir berdasarkan kesepakatan AUKUS.

Rusia mengatakan bahwa kapal selam nuklir Imperator Alexander III telah berhasil meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua Bulava pada beberapa waktu lalu.

Korea Utara (Korut) meresmikan 'kapal selam tempur nuklir taktis' pertamanya untuk ditugaskan berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang. Peresmian itu disebut sebagai bukti kekuatan Angkatan Laut Korut yang semakin berkembang.

Kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat (AS) kembali berkunjung ke pelabuhan Korea Selatan (Korsel) pada beberapa waktu lalu. Kunjungan itu merupakan wujud kedua negara memperkuat kerja sama sekaligus menciptakan efek deterrence terhadap Korea Utara (Korut).

Pemerintah Kuba secara tegas menolak kehadiran kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) di Teluk Guantanamo pada beberapa waktu lalu. Langkah itu disebut sebagai eskalasi provokatif yang mengancam stabilitas perdamaian di kawasan.

Korea Utara (Korut) mengecam rencana Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan kapal selam bertenaga nuklir di perairan Semenanjung Korea. Menurut Korut, langkah AS itu disebut dapat memicu eskalasi konflik bersenjata nuklir.