Selasa, 27 Februari 2024

Australia Tingkatkan Kekuatan Kapal Selam Nuklir melalui AUKUS

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Pemerintahan Australia sepakat untuk membeli tiga kapal selam nuklir kelas Virginia dibawah kemitraan keamanan trilateral dengan AS dan Inggris yang disebut AUKUS. Ketiga negara ini juga akan bekerja sama membangun pertahanan bawah air selama tiga dekade mendatang.

Dilansir dari Reuters, Rabu (14/3), program pengembangan kapal selam AUKUS diperkirakan menelan biaya sebanyak US$ 245 miliar hingga tahun 2055 dan menciptakan 20.000 pekerjaan di Australia. Pembuatannya akan dimulai pada akhir tahun ini, yang bertujuan untuk menciptakan postur kekuatan militer sekaligus mempererat hubungan pertahanan antar negara.

Baca Juga: Prabowo Bertekad untuk Bangun Komando Teritorial

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menjelaskan bahwa program tersebut akan dimulai dengan investasi senilai US$ 4 miliar selama empat tahun ke depan. Langkah pertama berfokus pada perluasan pangkalan dan galangan kapal selam serta melatih para pekerja industri pertahanan.

“Ini akan menjadi kemampuan berdaulat karena dibangun oleh warga Australia, dipimpin oleh Angkatan Laut Australia dan didukung oleh pekerja Australia di galangan kapal Australia,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya Australia ingin menggelontorkan lebih banyak anggaran pertahanan di masa depan yang akan dilakukan secara transparan.

Saat pertama kali AUKUS ini diresmikan, Indonesia, sebagai negara tetangga Australia, pastikan menghormati pembentukan pakta pertahanan tersebut.

Baca Juga: Ukraina Sangkal Terlibat Pemboman Pipa Gas Nord Stream

“Secara resmi posisi kami, tentu saja Asia Tenggara harus tetap bebas nuklir, dan tentu saja ketakutan di antara negara Asia Tenggara itu bisa memicu perlombaan senjata,” ujar Menteri Pertahanan Prabowo saat menyampaikan pandangannya perihal AUKUS saat di International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021 di Manama, Bahrain.

Lebih lanjut, menurutnya kerja sama tersebut dapat dimengerti, karena negara akan selalu membuat kebijakan yang mengedepankan keamanan.

“Tapi seperti yang ditekankan setiap negara akan melindungi kepentingan nasionalnya. Jika mereka merasa terancam mereka akan melakukan apa pun untuk melindungi diri,” jelasnya. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER