Sabtu, 25 Mei 2024

Kuba Kecam Kunjungan Kapal Selam Nuklir AS ke Teluk Guantanamo

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Pemerintah Kuba secara tegas menolak kehadiran kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) di Teluk Guantanamo pada beberapa waktu lalu. Langkah itu disebut sebagai eskalasi provokatif yang mengancam stabilitas perdamaian di kawasan.

“Kuba menolak keras kedatangan kapal selam bertenaga nuklir di Teluk Guantanamo, di pangkalan militer AS yang berlokasi di sana. Ini merupakan eskalasi provokatif AS, yang motif politik atau strategisnya tidak diketahui,” tulis Pemerintah Kuba melansir Cubaminrex.cu, laman resmi Kementerian Luar Negeri Kuba, Rabu (12/7).

Baca Juga : Hadapi Dinamika Keamanan di Timur Tengah, AS dan Israel Gelar Latma Militer

Lebih lanjut, Kuba memperingatkan bahwa kedatangan kapal selam nuklir AS itu dapat membahayakan keamanan di kawasan Karibia. Kuba pun mengecam pangkalan militer AS yang hingga kini masih aktif digunakan di Teluk Guantanamo.

Pemerintah Kuba telah berulang kali menuntut pengembalian wilayah seluas 117 kilometer persegi di Guantanamo yang dijadikan pangkalan Angkatan Laut AS sejak Perang Spanyol-Amerika pada 1898. Kemudian pada tahun 2002, wilayah itu telah digunakan menjadi pusat penahanan yang menampung “kombatan musuh” dalam upaya melawan teror setelah serangan 11 September 2001.

Baca Juga : Usai Pemberontakan Wagner, Jenderal Tertinggi Rusia Muncul Perdana di Hadapan Publik

Kini, Kuba menegaskan kembali bahwa pangkalan militer AS tersebut tidak sah dan melanggar hak-hak kedaulatan negaranya. Bahkan, pangakalan militer itu disebut telah digunakan sebagai pusat penyiksaan para tahanan dari berbagai negara.

“Keberadaanya hanya mengejar tujuan politik yang melanggar hak kedaulatan Kuba. Kegunaan praktisnya dalam beberapa dekade terakhir yaitu beroperasi sebagai pusat penahanan, penyiksaan dan pelanggaran sistematis terhadap hak asasi manusia puluhan warga negara dari beberapa negara,” katanya. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER