Senin, 4 Maret 2024

Hadapi Dinamika Keamanan di Timur Tengah, AS dan Israel Gelar Latma Militer

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan latihan militer gabungan Juniper Oak 23.3 yang melibatkan beberapa pesawat tempur. Latihan ini merupakan upaya kedua negara untuk mempererat kerja sama menghadapi dinamika keamanan khususnya di wilayah Timur Tengah.

Dilansir dari Centcom.mil, Selasa (11/7), Komando Pusat AS atau Centcom mengatakan bahwa serangkaian latihan ini dibentuk untuk menguji kesiapan kolektif AS-Israel dan meningkatkan interoperabilitas kedua pasukan.

Baca Juga : Korut Kecam Rencana AS Kirim Kapal Selam Nuklir ke Semenanjung Korea

“Latihan ini menguji interoperabilitas pasukan kami di berbagai domain untuk mendukung jenis kemitraan tegas yang akan kami andalkan di saat krisis,” kata Jenderal Michael Erik Kurilla, Komandan Centcom.

Beberapa pesawat AS yang terlibat antara lain F-16, KC-10, dan KC-46 untuk latihan skenario pengisian bahan bakar udara ke udara, dan manuver tempur bersama Israel. Selain itu, latihan Juniper Oak 23.3 juga merupakan bentuk komitmen AS dalam menjalin kerja sama militer dengan Israel dan menjaga stabilitas perdamaian regional.

Baca Juga : Jelang KTT di Lithuania, Biden: Ukraina Belum Siap Jadi Anggota NATO

“Acara ini juga menunjukkan komitmen penuh kami terhadap keamanan Timur Tengah dan kemampuan untuk mencegah tindakan permusuhan terhadap mitra regional,” tulis Centcom.

Latihan Juniper Oak 23.3 digelar kurang dari seminggu setelah pasukan Israel menyerbu kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat dengan serangan udara. Konflik itu menjadi salah satu serangan bersenjata skala besar Israel yang menewaskan sedikitnya 12 warga Palestina.

Pemerintahan AS pun mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas insiden permukiman ilegal di Tepi Barat dan meminta konflik segera dihentikan. Namun, nyatanya AS hingga kini tetap menyuarakan dukungan kuat untuk Israel. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER