Senin, 20 Mei 2024

Rekam Jejak Misi Kemanusiaan TNI AU,

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Evakuasi WNI  hingga Kirim Bantuan untuk Negara Sahabat

TNI Angkatan Udara (TNI AU) hampir tidak pernah absen, bahkan kerap menjadi yang pertama dan terdepan dalam sejumlah misi kemanusiaan yang ditugaskan pemerintah. Hal tersebut tidak terlepas dari peran dan karakteristik pengerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU yang identik dengan kecepatan, salah satunya pesawat. Kesiapan personel TNI AU dalam setiap operasi juga menjadi kunci terlaksananya misi secara optimal. 

Dalam konteks ini, operasi tersebut dikenal dengan sebutan operasi militer selain perang (OMSP). OMSP merupakan amanat UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Terdapat 14 tugas TNI dalam OMSP, di mana salah satunya menegaskan bahwa TNI dapat diperbantukan dalam penanggulangan bencana alam, pengungsian, serta pemberian bantuan kemanusiaan.

Sebagai kepanjangan tangan pemerintah Indonesia, para penjaga dirgantara Indonesia ini tercatat berhasil mengemban sejumlah misi kemanusiaan. Hal itu yang kemudian menjadi bagian dari rekam jejak pengabdian mereka. Redaksi merangkum bagaimana keterlibatan TNI AU dalam misi kemanusiaan pemerintah Indonesia pada periode tahun 2020-2024:

Baca Juga: Rekam Jejak Pembentukan Skadron Udara 31, Home of Rajawali

Menjemput Bantuan Logistik Kesehatan Covid-19

TNI AU mengerahkan satu unit pesawat C-130 Hercules TNI AU asal Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Melansir keterangan TNI AU dalam laman resminya dikatakan, pesawat dengan nomor registrasi A-1333 lepas landas dari Lanud Abdulrachman Saleh pada 21 Maret 2020 dan menempuh rute penerbangan Malang-Natuna-Hainan-Shanghai. Sebanyak 20 kru pesawat dan pendukung, beserta 2 personel dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI turut serta dalam misi ini.  Dua hari berselang, pesawat C-130 Hercules A-1333 TNI AU kembali ke tanah air dengan membawa bantuan seberat 9 ton pada 23 Maret 2020. Kedatangan bantuan itu diterima  langsung oleh Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Evakuasi WNI dari Wilayah Konflik

Pada periode empat tahun terakhir, TNI AU tercatat melakukan misi evakuasi WNI dari dua negara, masing masing Afghanistan pada Agustus 2021 dan Sudan pada April 2023. Untuk kedua misi itu, TNI AU mengerahkan pesawat Boeing 737 asal Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Langkah evakuasi tersebut menjadi wujud nyata dari amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, di mana pemerintah Indonesia memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warga negaranya.

Pengerahan unsur militer, dalam hal ini TNI AU, bukan tanpa alasan. Misi evakuasi ini bukanlah hal mudah. Setiap menit menjadi begitu berharga dan personel TNI dinilai dapat bergerak dengan cepat, disiplin, serta adaptif dalam setiap kondisi, bahkan di medan paling sulit sekalipun.

Contohnya saat melakukan evakuasi WNI dari Afghanistan, para personel TNI AU yang saat itu bertugas harus menghadapi sejumlah tantangan dan kodisi yang kerap berubah, salah satunya eskalasi kerumunan massa terjadi di Bandara Hamid Karzai, Kabul, ketika awak pesawat sampai di Islamabad sehingga keputusan dari Kementerian Luar Negeri RI menunda penjemputan selama 1-2 hari.

Baca Juga: Hadapi Arus Mudik, Lanal Banyuwangi Gelar Patroli Laut di Perairan Selat Bali

Selain itu, fasilitas bantuan navigasi bandara; fasilitas malam hari; dan layanan lalu lintas udara tidak berfungsi secara maksimal, sehingga kru menghadapi tantangan berat saat pesawat mendekati Bandara Hamid Karzai. Kendati dihadapkan pada sejumlah tantangan, faktanya Satgas Evakuasi WNI ini mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan berhasil membawa pulang puluhan WNI serta 7 WNA ke tanah air dengan selamat pada 21 Agustus 2021.

Bantuan Kemanusiaan sebagai Bentuk Solidaritas Internasional

Indonesia begitu aktif menunjukkan solidaritasnya kepada negara yang membutuhkan bantuan. Solidaritas internasional itu, salah satunya diwujudkan dengan mengirim bantuan kemanusiaan kepada rakyat Turki yang terdampak gempa bumi, serta bangsa Palestina di wilayah Gaza yang menjadi korban perang.

Untuk membantu Turki, TNI AU pada saat itu menyiapkan dua pesawat, satu unit pesawat Boeing 737-400  A-7308 dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan satu pesawat C-130 Hercules A-1326 yang sehari-hari dioperasionalkan oleh Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Kedua pesawat take off menuju Turki dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta pada 11 Februari 2023 dengan membawa bantuan logistik seberat 11 ton beserta tim SAR dan medis.

Satu hal yang cukup menarik perhatian dari misi ini adalah, pesawat dan personel TNI AU tidak sekadar mengirimkan bantuan logistik. Pemerintah Indonesia melalui Kemhan RI, meminta mereka untuk tetap siaga di Turki dan membantu proses evakuasi. “Bapak Menteri Pertahanan RI  yang memberikan perintah agar pesawat Hercules dan kru tersebut diperbantukan kepada pihak Turki untuk penanggulangan bencana,” bunyi  keterangan resmi KBRI Indonesia di Ankara.

Baca Juga: Menilik Kiprah Awal Jupiter Aerobatic Team TNI AU

Melihat dampak gempa yang ditimbulkan, transportasi udara memang pilihan tepat, agar distribusi dan mobilisasi dapat dilakukan dengan cepat. Langkah ini membuat Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menyiagakan pesawat angkutnya yang diperbantukan untuk Pemerintah Turki.

Misi terbaru yang saat ini tengah dijalankan oleh TNI AU adalah mengirim bantuan seberat 14 ton logistik berupa bahan-bahan kebutuhan pokok untuk rakyat Palestina di Gaza, yang di-drop di Yordania. Barang bantuan tersebut dikemas dengan menggunakan 900 Payung Utama Orang (PUO) yang nantinya akan didistribusikan melalui metode airdrop atau diterjunkan dari pesawat. Menariknya, dalam misi kali ini TNI AU mengerahkan pesawat angkut berat terbarunya, C-130 Super Hercules A-1340 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sebelumnya, pada November 2023, TNI AU juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia untuk Gaza. Dua unit pesawat yang dikerahkan adalah pesawat Hercules C-130 A-1327 dan A-1328, yang masing-masing berasal dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dan Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. (yas)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER