Ledakan di Gudang Amunisi Tewaskan 20 Tentara Kamboja

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, mengumumkan bahwa sebanyak dua puluh tentara tewas dalam insiden ledakan di sebuah pangkalan militer di Kamboja pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari CNA, Minggu (28/4), ledakan itu berasal dari gudang amunisi di pangkalan militer di Provinsi Kampong Speu yang terjadi kemarin sekitar pukul 14.45 waktu setempat. Ledakan itu pun menghancurkan sebuah truk berisi persenjataan dan merusak gedung perkantoran serta barak yang jaraknya tidak jauh dari lokasi.
Baca Juga: PBB: Butuh 14 Tahun untuk Bersihkan Puing dan Bom Belum Meledak di Gaza
Manet menyebut telah menginstruksikan pihak terkait untuk membayar kompensasi kepada keluarga tentara yang meninggal, serta tentara yang terluka. Keluarga korban tewas masing-masing akan menerima sekitar $20.000, sementara tentara yang terluka akan menerima $5.000. Namun, ia tidak menjelaskan penyebab ledakan tersebut.
“Saya mendoakan agar jiwa para prajurit beristirahat dengan tenang, dan juga mendoakan para prajurit yang menjadi korban segera pulih,” ujarnya.
Baca Juga: SIPRI: India Jadi Negara Keempat dengan Anggaran Militer Terbanyak Senilai $83,6 Miliar
Kecelakaan seperti sudah beberapa kali terjadi di Kamboja. Sebab, negara ini dipenuhi dengan sisa amunisi maupun bom belum meledak ketika perang saudara pada tahun 1960an. Ledakan di gudang senjata juga pernah terjadi pada tahun 2005, yang menewaskan lima warga dan tiga lainnya luka-luka.
Standar keselamatan yang longgar diduga menjadi penyebab insiden ini terus terulang. Namun, pemerintah Kamboja berjanji untuk membersihkan semua ranjau dan bom yang belum meledak pada tahun 2025. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































