HANKAM

Kapal Perang dan Tank Koarmada III "Serbu" Pantai Ransiki Papua

Latihan tempur pendaratan amfibi
Latihan tempur pendaratan amfibi di perairan Papua Barat, Senin (29/4). (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM – Sebanyak empat kapal perang atau KRI, kendaraan tempur amfibi, tank hingga helikopter dari jajaran Koarmada III menggelar latihan tempur pendaratan amfibi di Pantai Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat, Senin (29/4).

Beberapa unsur alutsista tersebut terdiri dari KRI Teluk Wondama-527, KRI Panah-625, KRI Layaran-854, KRI Dorang-874, kendaraan tempur amfibi BTR 50-PM, tank PT-76, dan helikopter Panther AS 565 MBe.

Latihan pendaratan amfibi yang dipimpin oleh Komandan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada III Laksamana Pertama Wawan Trisatya Atmaja itu juga mengerahkan pasukan dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan Dinas Selam Bawah Air (Dislambair) III.

Baca Juga: TNI Kerahkan 12.000 Ribu Personel ke Bali untuk Amankan Forum WWF

Wawan mengatakan, latihan tempur pendaratan amfibi bertujuan menjamin keamanan, melindungi kepentingan serta mencegah dan menangani segala bentuk pelanggaran hukum, dan membina kemampuan tempur unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam gugus tugas.

Latihan tempur pendaratan amfibi
(Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

"Serta membina potensi maritim di daerah operasi, pada perairan wilayah kerja Koarmada III dan perairan yurisdiksi nasional Indonesia dalam rangka mendukung tugas TNI AL," ujar Wawan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III.

Selain itu, Wawan menjelaskan latihan tempur pendaratan amfibi ini juga dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan pemantapan penguasaan doktrin, taktik, teknis, dan prosedur secara tepat dalam pelaksanaan operasi pendaratan amfibi.

Baca Juga: KSAL Kunjungi Produsen Kapal Selam dan Destroyer di Cina

Latihan tempur pendaratan amfibi
(Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

"Sebelum latihan pendararatan, unsur Koarmada III yang terdiri dari empat empat KRI dan satu helikopter melaksanakan serial latihan di antaranya Photoex, Mantak, Asuwex, latnubika (DCEX), Flag Hoist, dan publikasi taktis," jelas Wawan.

Adapun kegiatan operasi tersebut dimulai dengan apel gelar pasukan yang dilaksanakan di dermaga Koarmada III, Kamis (25/4) lalu, dipimpin oleh Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan untuk mengecek tingkat kesiapan satuan tugas (satgas) operasi. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.