Korsel Berencana Tambah Bantuan Militer ke Ukraina

Jakarta, IDM – Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mempertimbangkan untuk menambah bantuan ke Ukraina, termasuk mengirim perlengkapan militer tidak mematikan atau non-lethal. Menurutnya, Korsel akan berkoordinasi erat dengan NATO dan mitra internasional lainnya untuk secara aktif mendukung rakyat Ukraina.
Dilansir dari The Korea Times, Jumat (19/5), Rencana itu ia ungkapkan setelah menerima kunjungan Ibu Negara Ukraina Olema Zelenska di Seoul pada Selasa lalu.
Baca Juga: Pertama Kali, Satelit Pengintai Militer Korut Segera Diluncurkan
Menurut juru bicara kepresidenan Korsel Lee Do-Woon, Zelenska tidak meminta bantuan militer mematikan selama pertemuan tersebut.
"Sebaliknya, ibu negara Ukraina mengungkapkan pemahamannya tentang kesulitan yang dihadapi Korea Selatan dalam menyediakan senjata," tambah pejabat itu.
Sebelumnya, Korsel hanya memberikan bantuan kemanusiaan dan ekonomi. Namun, Yoon terlihat merubah haluannya dan memperluas bantuan baru ke Ukraina, seperti mengirim pendeteksi ranjau dan ambulans.
Baca Juga: Ukraina Klaim Pasukannya Berhasil Maju Secara Signifikan di Bakhmut
Yoon juga mengecam invasi Rusia ke Ukraina dan menilai bahwa sulit bagi Korsel untuk hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan atau keuangan semata. Menurutnya, situasi di Ukraina tidak dapat dibiarkan.
"Disana situasinya tidak dapat dimaafkan oleh komunitas internasional, seperti skala serangan terhadap warga sipil atau pelanggaran serius atas hukum perang." (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































