Konflik dengan Iran, AS Klaim Serang Lebih Dari 9.000 Target

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menyerang lebih dari 9.000 target sejak dimulainya serangan preemptif ke Iran pada 28 Februari lalu. Hal itu diungkapkan oleh Pusat Komando AS (US CENTCOM).
"Lebih dari 9.000 target telah diserang. Lebih dari 9.000 penerbangan tempur telah dilakukan. Lebih dari 140 kapal Iran telah rusak atau hancur," tulis US CENTCOM melalui platform X, Selasa (24/3).
Baca Juga: Satgas Yonmek TNI UNIFIL Khidmat Laksanakan Idul Fitri di Tengah Meningkatnya Eskalasi
AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran yang menargetkan kota-kota besar termasuk Teheran. Serangan itu diklaim untuk memusnahkan ancaman rudal dan nuklir dari Iran.
Berbagai jenis sistem persenjataan telah digunakan dalam operasi tersebut, termasuk pesawat pembom strategis, pesawat tempur, drone, dan sistem pertahanan rudal. US CENTCOM juga mengklaim telah merusak atau menghancurkan 140 kapal.
Baca Juga: Iran Bantah Telah Berunding dengan AS
Sebagai serangan balasan, Iran menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk termasuk Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA. Namun, serangan itu meluas menjadi menargetkan fasilitas energi, yang diklaim sebagai balasan yang setimpal. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































