Komisi I DPR RI Desak Kasus Kematian Prada Lucky Diusut Tuntas dan Transparan

Jakarta, IDM - Anggota Komisi I DPR Andina Narang mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus tewasnya prajurit TNI Prada Lucky Chepril Saputra Namo karena dianiaya seniornya.
Andina juga meminta kasus kematian Prada Lucky dilakukan secara transparan tanla ditutup-tutupi.
Andina membeberkan siapa saja yang terlibat dalam kematian Prada Lucky harus mendapatkan hukuman yang setimpal.
Baca Juga: Prada Lucky Tewas Dianiaya, Ketua DPR RI: Jangan Sampai Terulang!
"Kita harus menghentikan siklus perundungan dan doktrin-doktrin kekerasan ini dengan memastikan bahwa setiap pelanggaran mendapat sanksi yang setimpal dan transparan. Tidak ada lagi ruang bagi impunitas,” tegas Andina, melalui keterangan resmi, Kamis (14/8).
“Siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan harus bertanggung jawab penuh atas perbuatannya, tanpa perlindungan institusional atau pembiaran," tambahnya.
Andina menyebut kasus ini bukan sekadar kesalahan individual, melainkan masalah struktural yang memerlukan perhatian serius.
Baca Juga: Rencana Evakuasi 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang, Anggota DPR: Perlu Ada Kejelasan Diplomatik
Menurut Andina, penganiayaan yang terjadi di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, Kabupaten Nageko, menegaskan urgensi perbaikan sistem pengawasan terhadap perwira-perwira muda dan doktrin di dalam tubuh TNI.
Sehingga Andina juga meminta TNI melakukan evaluasi pembinaan secara menyeluruh agar tidak terjadi lagi kejadian serupa di kemudian hari.
Diketahui, Prada Lucky Saputra Namo dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (6/8) setelah dirawat secara intensif di ICU RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.
Baca Juga: Tambah 6 Kodam Baru, Komisi I Minta TNI Semakin Responsif Persoalan Keamanan
Prada Lucky meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh sejumlah seniornya. Keluarga Prada Lucky pun menuntut agar para pelaku dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan atas Prada Lucky.
“Kami ingin agar para pelakunya dipecat dari TNI dan dihukum mati," ujar Lusi Namo Kakak Kandung Prada Lucky. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































