Kesepakatan Damai Iran–AS Perkuat Stabilitas Keamanan Timur Tengah

Jakarta, IDM – Kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik bersenjata sekaligus mengakhiri blokade militer di Selat Hormuz dinilai menjadi momentum penting bagi terciptanya stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan eskalasi militer, tetapi juga berpotensi mengurangi risiko gangguan terhadap jalur pelayaran strategis dan rantai pasok energi global.
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyambut positif tercapainya kesepakatan damai tersebut.
Menurutnya, penghentian perang harus menjadi titik awal bagi upaya membangun arsitektur keamanan kawasan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
“Amerika Serikat dan Iran harus sama-sama berkomitmen menjaga perdamaian. Tidak boleh ada lagi peperangan di antara kedua negara. Kesepakatan damai ini harus dihormati dan dijaga oleh semua pihak,” ujar Oleh Soleh.
Baca Juga: Pemisahan Fungsi Pertahanan dan Keamanan Dinilai Penting dalam Penggunaan Komponen Cadangan
Menurutnya, berakhirnya ketegangan antara Washington dan Teheran dapat mengurangi ancaman terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu chokepoint strategis dunia.
Stabilitas di kawasan tersebut juga diyakini akan memberikan ruang bagi negara-negara regional untuk lebih fokus pada pembangunan ekonomi dan kerja sama keamanan.
Namun, Oleh Soleh mengingatkan bahwa keberhasilan perjanjian damai sangat bergantung pada komitmen seluruh aktor yang memiliki keterkaitan dengan konflik.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya sikap menahan diri dari negara-negara sekutu yang selama ini terlibat dalam dinamika keamanan Timur Tengah.
“Israel yang menjadi sekutu Amerika juga tidak boleh menyerang Iran. Langkah dan taktik Israel harus diwaspadai. Jangan sampai Israel merusak perjanjian damai itu dengan melakukan serangan lagi ke wilayah Iran,” katanya.
Baca Juga: Kesejahteraan Pilot Tempur jadi Kunci Penguatan Pertahanan Udara Nasional
Oleh Soleh menuturkan komunitas internasional harus mengawal implementasi kesepakatan tersebut agar tidak muncul tindakan provokatif yang berpotensi memicu kembali konflik bersenjata.
Pengawasan yang kuat diperlukan untuk memastikan seluruh pihak mematuhi komitmen yang telah disepakati.
“Jika dalam masa damai ini Israel ternyata melakukan serangan, maka Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus bertindak tegas dan memberikan sanksi kepada Israel. Tidak boleh ada negara mana pun yang merusak perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat,” tegasnya.
Oleh Soleh juga mendorong Indonesia untuk terus memainkan peran diplomatik dalam mendukung penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Keberhasilan perjanjian, kata Oleh Soleh, sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang mengedepankan perdamaian dan stabilitas internasional.
Baca Juga: Optimalisasi Aset Strategis Perkuat Sinergi Pertahanan dan Transportasi Udara Nasional
“Kita berharap Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap perjanjian damai ini dan terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi,” ujarnya.
Ia menambahkan terciptanya stabilitas keamanan di Timur Tengah akan memberikan dampak strategis terhadap perekonomian global.
Menurunnya risiko konflik di kawasan penghasil energi utama dunia berpotensi menjaga stabilitas harga minyak dan menekan gejolak ekonomi internasional.
“Perjanjian damai ini diharapkan membawa dampak positif bagi dunia internasional. Dengan situasi yang lebih kondusif, harga minyak dunia dapat kembali stabil, begitu juga harga berbagai kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya. Pada akhirnya, masyarakat dunia akan merasakan manfaat dari terciptanya perdamaian tersebut,” pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































