Kemenko Polkam Tekankan Sinergitas untuk Hadapi Ketidakpastian Global

Jakarta, IDM – Ketidakpastian global semakin kompleks dikarenakan konflik antarnegara terus bermunculan dan kerap memanas.
Konflik Rusia–Ukraina yang berkepanjangan, ketegangan Israel–Iran, hingga rivalitas RRT–Taiwan di Asia Timur, membawa dampak serius terhadap stabilitas kawasan dan dunia.
Untuk menghadapi ketidakpastian global, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
Baca Juga: Sjafrie Sjamsoeddin Sampaikan Terima Kasih ke Mantan Menko Polkam Budi Gunawan
Hal itu diungkapkan Purwito saat memimpin Rapat Koordinasi dalam rangka Kajian Publik Tentang Kontingensi Konflik Global yang Mempengaruhi Stabilitas Nasional.
“Sinergi adalah kunci agar kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berdiri tegak sebagai bangsa yang tangguh di tengah percaturan dunia,” tegas Purwito, yang dikutip Kamis (11/9).
Purwito juga menjelaskan implikasi dari dinamika global tersebut tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik, tetapi juga menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Reshuffle Sejumlah Menteri, Menko Polkam hingga Menkeu Diganti
“Kita menghadapi potensi kenaikan harga energi, gangguan pasok pangan, risiko serangan siber, hingga derasnya arus disinformasi. Semua itu berpotensi menekan stabilitas ekonomi, politik, dan sosial kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sebagai negara kepulauan dengan posisi strategis di Indo-Pasifik, Indonesia memiliki kerentanan sekaligus tanggung jawab besar.
Setiap gejolak global dapat cepat beresonansi dalam negeri yang dapat memicu inflasi, memunculkan keresahan sosial, bahkan menguji ketahanan nasional.
Baca Juga: Menko Polkam Ad Interim Jamin Situasi Nasional dalam Keadaan Aman
Purwito berharap melalui forum tersebut akan terbangun kesamaan persepsi di antara pemangku kepentingan terkait, serta tersusunnya rekomendasi kebijakan yang bersifat strategis dan aplikatif.
“Hasil dari forum ini diharapakan mampu menghasilkan sebuah dokumen strategis, yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat dijalankan oleh kementerian dan lembaga sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tegasnya.
Kemenko Polkam menegaskan pentingnya pemahaman yang komprehensif dan mendalam tentang situasi yang berkembang secara global guna merumuskan strategi dan kebijakan yang tepat dalam menghadapi berbagai potensi ancaman dan kerawanan yang ditimbulkan. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































