POLKAM

Kemenko Polkam Tekankan Peran TNI-Polri Atasi Stunting

Tinjau pelaksanaan SPPG.
Kemenko Polkam meninjau langsung pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lanud El Tari, Kupang. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) meninjau langsung pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lanud El Tari, Kupang.

Peninjauan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menjadi pembuka rangkaian peninjauan lapangan terhadap implementasi program-program strategis di wilayah yang masih menghadapi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia.

Staf Ahli Menko Polkam Bidang Ketahanan Nasional, Marsekal Muda TNI Oka Prawira, menuturkan pihaknya menyambangi pelaksanaan MBG untuk menggali kondisi riil dan memastikan efektivitas pelaksanaan program sebagai salah satu upaya menurunkan angka stunting.

Baca Juga: TNI AL Perdana Punya Program Pendidikan D3 Kesehatan

“Kami di sini hanya ingin mengetahui secara langsung permasalahan di lapangan, di mana program prioritas nasional ini, MBG, merupakan program unggulan. Apalagi terkait dengan situasi di NTT di mana stunting sangat cukup besar, salah satu upayanya adalah melalui MBG,” terang Oka dalam rilis yang diterima, Kamis (31/7).

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan lintas sektor, termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah, dalam pelaksanaan program.

“Jadi saya harapkan instansi baik TNI, Polri itu bisa lebih giat untuk dapat menjalankan MBG,” terangnya.

Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan bersama pemerintah daerah untuk menyampaikan latar belakang dan urgensi program MBG sebagai bagian dari strategi nasional menyiapkan generasi emas 2045.

Baca Juga: Siswa Semaba PK Wanita TNI AU A-55 Tuntaskan Latganda: Karakter Ditempa, Keterampilan Diasah

“Kita bangun semaksimal mungkin dengan pemberdayaan dari baik instansi Polri, TNI, maupun Pemda, sehingga tahun ini 10 ribu SPPG itu dapat terlaksana dan tentunya ke depannya lagi 2045 kita akan menjadi Indonesia Emas,” ujar Oka.

Ia juga menekankan bahwa semua pihak di lapangan diharapkan menyampaikan kendala atau catatan, baik operasional maupun prinsipil.

“Kalau tidak disiapkan dari sekarang, kalau bukan kita siapa lagi. Setelah ini kita akan jaring lapangan. Dan mengharapkan baik teknis operasional maupun teknis prinsipnya disampaikan saja,” tandasnya. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.