TNI AL Perdana Punya Program Pendidikan D3 Kesehatan

Jakarta, IDM – TNI AL pertama kali meresmikan program pendidikan diploma tiga (D3) kesehatan di Politeknik Angkatan Laut, Surabaya, Selasa (29/7).
Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Laut (Dankodiklatal) Letjen (Mar) Nur Alamsyah, mengatakan program D3 ini sebagai solusi atas kebutuhan personel kesehatan TNI AL.
"Bintara dan Tamtama Korps Kesehatan TNI AL yang berasal dari lulusan SMK, Sekolah Kesehatan Angkatan Laut (Sekesal) tidak memiliki kewenangan melakukan upaya kesehatan," kata Nur Alamsyah, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal, Kamis (31/7).
Baca Juga: Siswa Semaba PK Wanita TNI AU A-55 Tuntaskan Latganda: Karakter Ditempa, Keterampilan Diasah
Oleh karena itu, TNI AL berupaya meningkatkan strata pendidikan menjadi D3 bagi para personel kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan kesehatan matra laut, untuk mendukung tugas-tugas di satuan operasi dan tempur.
Adapun pendidikan D3 kesehatan di Politeknik Angkatan Laut ini terdiri dari program studi keperawatan, kesehatan gigi, hingga farmasi.
"Program pendidikan D3 kesehatan adalah yang perdana di lingkungan TNI AL untuk pengembangan profesionalisme prajurit, khususnya bidang kesehatan," jelas Nur Alamsyah.
Ia juga mengungkapkan pendidikan D3 kesehatan ini menjadi politeknik yang memiliki standar keunggulan kompetitif dalam era globalisasi dan menjadi pilihan utama angkatan laut.
"Saya harapkan program D3 kesehatan ini dapat menjadi pendidikan unggulan dalam mencetak prajurit kesehatan angkatan laut yang militan, tanggap, tanggon, dan trengginas," pungkasnya.
Baca Juga: Prajurit Bangun Dapur Lapangan dalam Latihan Persiapan Upacara Kehormatan Militer di Batujajar
Sebelumnya, pembentukan D3 kesehatan ini telah terbit dalam keputusan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) sejak dua tahun lalu, yakni surat nomor Kep/ 2360/IX/2023 tentang Politeknik Angkatan Laut sebagai Penyelenggara Pendidikan Tinggi Vokasi di Lingkungan TNI AL.
Berdasarkan keputusan tersebut, Kodiklatal sebagai salah satu lembaga pendidikan TNI AL mendapat tugas menyiapkan dan menyelenggarakan prodi vokasi kesehatan yang akan mendidik prajurit Korps Kesehatan yang masih memiliki strata ijazah SMA menjadi tenaga kesehatan dengan kualifikasi sarjana D3.
Hal ini sesuai ketentuan undang-undang nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































