POLKAM

Kemenko Polkam Tegaskan Komitmen Perkuat Indeks Keamanan Laut Nasional

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhoni.
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhoni. (Foto: Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan komitmen kuat dalam memperkuat Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN). Adapun penguatan IKLN merupakan amanat langsung dari RPJMN 2025–2029.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa (Hanneg Kesbang), Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhoni, dalam Rapat Koordinasi Analisis Strategi Kementerian/Lembaga dalam Mendukung Penguatan IKLN Berdasarkan RPJMN Tahun 2025–2029 di Jakarta, Rabu (17/9).

“Keamanan laut bukan hanya terkait urusan militer, melainkan juga terkait penegakan hukum, budaya keselamatan, perlindungan lingkungan, pemberantasan narkotika, hingga pembinaan masyarakat pesisir,” ucap Purwito.

Purwito membeberkan persoalan tumpang tindih kewenangan antar lembaga penegak hukum laut harus segera diselesaikan agar operasi keamanan dapat lebih efektif.

“Sehingga sinergi lintas sektor menjadi kunci agar IKLN dapat tercapai dan menjadi kebanggaan nasional,” tambahnya.

Kemenko Polkam, kata Purwito, berkomitmen menjadi koordinator sekaligus motor penggerak bagi seluruh kementerian dan lembaga agar target IKLN dapat tercapai.

Baca Juga: Menko Polkam Djamari Soroti Keamanan Dalam Negeri hingga Rencana Bertemu Sjafrie

Dengan modernisasi alutsista, peningkatan kualitas SDM, serta sinkronisasi regulasi, Purwoto menyebut Kemenko Polkam akan mampu menjadikan laut Indonesia lebih aman, berdaya saing, dan mendukung kesejahteraan rakyat.

Purwito menuturkan Rakor tersebut menandai langkah awal penting menuju tata kelola keamanan laut yang lebih terpadu, modern, dan berbasis sinergi lintas sektor.

“Dengan komitmen bersama seluruh K/L, target penguatan IKLN diharapkan dapat tercapai sesuai RPJMN 2025–2029,” ungkapnya.

Purwito juga berharap komitmen Kemenko Polkam dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan memberikan manfaat nyata bagi ketahanan nasional serta kesejahteraan rakyat.

Terpisah, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti keterbatasan sumber daya manusia, khususnya jumlah investigator pelayaran yang hanya sembilan orang.

Baca Juga: Temui Jajaran Kemenko Polkam, Djamari: Kami Bakal Lanjutkan Program yang Sudah Ada

TNI Angkatan Laut menekankan kesenjangan antara kebutuhan ideal 250 kapal perang dengan jumlah aktual 166 unit, yang diperparah keterbatasan BBM, radar, dan logistik.

Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) menegaskan pentingnya peran pengawasan keselamatan pelayaran dan pencegahan pencemaran, sementara KLH mengungkap keterbatasan kapal dan personel dalam menindak pencemaran laut.

Polairud Polri melaporkan intensitas patroli udara dan laut yang cukup tinggi, namun masih menghadapi cakupan wilayah pengawasan yang sangat luas.

Selain itu, dalam diskusi KKP mengangkat isu perbedaan metode penghitungan coverage area antar instansi serta keterbatasan anggaran untuk BBM dan komunikasi satelit.

BRIN mempertanyakan realisasi target IKLN 2025, sekaligus menawarkan kajian riset mengenai sistem pemantauan, standar kapal patroli, dan sinkronisasi regulasi.

BNN menekankan ancaman narkotika melalui jalur laut serta dampak pencemaran terhadap ekspor perikanan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Memberi Penganugerahan Pangkat Istimewa Kepada Djamari Chaniago dan Ahmad Dofiri

Sementara Setneg menilai pentingnya metodologi pengukuran IKLN yang kredibel agar dapat menjadi parameter internasional.

Lalu BMKG menyatakan siap mendukung dengan data cuaca ekstrem laut sebagai basis mitigasi kecelakaan.

Bakamla juga menekankan manfaat IKLN bagi berbagai pihak, bagi pemerintah sebagai dasar pembentukan postur keamanan laut nasional, bagi akademisi sebagai bahan kajian dan penelitian, serta bagi dunia usaha sebagai pertimbangan investasi.

Bahkan, riset menunjukkan kenaikan satu poin IKLN berbanding lurus dengan peningkatan nilai investasi di sektor maritim.

Ke depan, Bakamla menekankan perlunya peningkatan kualitas data, konsistensi koordinasi, serta dukungan anggaran berkelanjutan agar IKLN dapat benar-benar menjadi indikator yang kredibel bagi Indonesia maupun komunitas internasional.

Adapun Rakor Analisis Strategi ini dihadiri perwakilan 31 kementerian dan lembaga terkait. Hadir sebagai narasumber antara lain dari KNKT, Kemenhub, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI AL, dan Polairud Polri. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.