Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Nasional Tangani Karhutla, Ego Sektoral Diminta Ditinggalkan

Jakarta, IDM - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nasional.
Upaya tersebut ditegaskan dalam Apel Kesiapsiagaan Nasional Penanggulangan Karhutla 2026 di Palembang, Sumatera Selatan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai penurunan kasus karhutla dalam beberapa waktu terakhir tidak terlepas dari semakin solidnya koordinasi antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di bawah arahan Presiden dan Menko Polkam.
Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Koordinasi Sengketa Wilayah Demi Jaga Stabilitas Nasional
Menurutnya, apel kesiapsiagaan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi nasional sekaligus menghapus ego sektoral dalam penanganan bencana karhutla.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa dibebankan hanya kepada satu institusi saja, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujar Raja Juli.
Ia menegaskan pendekatan kolaboratif yang dikonsolidasikan Kemenko Polkam menjadi kunci dalam mempercepat respons penanganan titik api di berbagai daerah rawan.
Baca Juga: Kemenko Polkam Bahas Penguatan Publisher Rights, Dorong Perlindungan Pers di Era Digital
Dalam kegiatan tersebut, Menko Polkam juga menyerahkan bantuan perlengkapan Satgas Darat, termasuk drone untuk mendukung deteksi dini dan penanganan cepat kebakaran di lapangan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, penanganan karhutla saat ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI-Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga relawan dan aliansi masyarakat.
“Penggunaan drone efektif dilakukan saat api masih dalam skala kecil sehingga bisa segera dikendalikan sebelum meluas,” kata Suharyanto.
Baca Juga: Presiden Prabowo Teken Perpres RAN PE 2026-2029, Perkuat Strategi Nasional Lawan Ekstremisme
Namun demikian, ia menegaskan dukungan operasi udara tetap diperlukan apabila kondisi cuaca panas menyebabkan kebakaran meluas.
Untuk tahap awal, BNPB telah menyiapkan dua helikopter water bombing di Sumatera Selatan.
Apel nasional tersebut turut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Gubernur Sumsel Herman Deru, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, dan Astamaops Kapolri Komjen Pol Muh. Fadil Imran. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































