POLKAM

Kemenko Polkam Perkuat Pengawasan WNA, Dorong Sistem Pemantauan Terintegrasi Nasional

Kemenko Polkam
Kemenko Polkam perkuat pengawasan Warga Negara Asing (WNA), dorong sistem pemantauan terintegrasi nasional. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam rangka meningkatkan efektivitas pemantauan warga negara asing (WNA) di Indonesia.

Komitmen ini ditegaskan melalui rapat koordinasi sebagai bagian dari penyusunan rekomendasi strategis penguatan sistem pemantauan WNA di tengah meningkatnya mobilitas global.

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi antarpemangku kepentingan sekaligus merumuskan langkah konkret dalam penguatan pengawasan WNA, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Regulasi Moderasi Konten untuk Perkokoh Pertahanan Negara di Ruang Digital

Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan koordinasi, integrasi kebijakan, serta penguatan efektivitas pelaksanaan pemantauan secara menyeluruh.

Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, menegaskan bahwa penguatan pemantauan WNA merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Dengan pemantauan yang semakin kuat dan terintegrasi, diharapkan pelaksanaan pemantauan dapat berjalan lebih optimal dan mendukung stabilitas nasional,” ujar Koba.

Menurutnya, arus mobilitas internasional yang semakin tinggi menuntut sistem pemantauan yang tidak hanya responsif, tetapi juga terkoordinasi dengan baik antarlembaga.

Baca Juga: Desk P2MI jadi Strategi Baru Pemerintah Perkuat Keamanan Pekerja Migran

Maka dari itu, diperlukan langkah bersama untuk memastikan bahwa pengawasan WNA berjalan efektif tanpa menghambat hubungan internasional dan aktivitas ekonomi yang sah.

Dalam rapat tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsda TNI Eko D. Indarto, yang hadir sebagai narasumber, menekankan sistem pemantauan WNA harus dikembangkan berbasis teknologi yang terintegrasi dan mampu merespons perubahan secara real-time.

“Pemantauan WNA perlu ditempatkan sebagai isu strategis nasional yang memerlukan penguatan sistem berbasis data terintegrasi dan pemantauan secara real-time,” tegas Eko.

Ia menjelaskan pemanfaatan sistem informasi terintegrasi akan mempercepat pertukaran data antarinstansi, meningkatkan akurasi pemantauan, serta memperkuat kapasitas pemerintah dalam mendeteksi potensi kerawanan sejak dini.

Dengan demikian, kebijakan pengawasan terhadap WNA dapat berjalan lebih adaptif terhadap tantangan keamanan dan perkembangan global.

Baca Juga: Di Tengah Dinamika Global, Presiden Prabowo dan PM Australia Pastikan Kemitraan Bilateral

Melalui forum koordinasi ini, Kemenko Polkam mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam membangun sistem pemantauan WNA yang efektif.

Langkah tersebut meliputi penguatan sistem informasi bersama, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta harmonisasi kebijakan antar kementerian dan lembaga terkait.

Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan mekanisme pengawasan WNA yang lebih responsif dan adaptif, sehingga mendukung terciptanya stabilitas politik dan keamanan nasional sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang terintegrasi. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.