POLKAM

Kemenko Polkam Perkuat Pelindungan PMI sebagai Bagian dari Ketahanan Nasional

Kemenko Polkam
Kemenko Polkam perkuat perlindungan PMI sebagai bagian dari ketahanan nasional. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyatakan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Subdesk Koordinasi Pelindungan Desk Koordinasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Desk P2MI) di Jakarta, pemerintah memperkuat sinergi antarkementerian dan lembaga guna menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi warga negara Indonesia di luar negeri.

Rakor yang dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia Kemenko Polkam, Nur Rokhmah Hidayah, membahas penyusunan rencana kerja, penetapan program prioritas (quick wins), hingga pengembangan sistem pelaporan berbasis dashboard yang terintegrasi.

Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Implementasi Kebijakan Satu Peta untuk Dukung Pertahanan dan Stabilitas Nasional

Langkah tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan efektivitas perlindungan PMI sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam menjaga keselamatan warga negara di luar negeri.

Dalam perspektif politik dan keamanan, pelindungan PMI tidak hanya berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan, tetapi juga menyangkut perlindungan warga negara, stabilitas sosial, dan citra Indonesia di tingkat internasional. Sehingga koordinasi yang kuat antarinstansi menjadi faktor penting dalam membangun sistem perlindungan yang responsif terhadap berbagai ancaman, termasuk perdagangan orang, eksploitasi tenaga kerja, hingga penempatan ilegal.

“Melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, diharapkan upaya pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia dapat berjalan semakin efektif, terintegrasi, dan responsif,” ujar Nur Rokhmah Hidayah.

Selain memperkuat koordinasi, rapat juga membahas integrasi data dan sistem pelaporan nasional untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dalam menangani kasus PMI maupun WNI bermasalah di luar negeri.

Penguatan interoperabilitas data dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengancam keselamatan warga negara Indonesia.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, yang hadir sebagai narasumber menekankan pencapaian program quick wins harus menjadi indikator keberhasilan kinerja Subdesk Pelindungan.

Salah satu sasaran utama yang perlu diwujudkan adalah integrasi dan pertukaran data antarinstansi agar setiap penanganan kasus dapat dilakukan secara terpadu dan terukur.

Baca Juga: TNI Tegaskan Siap Tangkap Begal dan Serahkan ke Polisi, Keamanan Rakyat jadi Kunci Ketahanan Wilayah

“Interoperabilitas data menjadi salah satu target yang harus dikerjasamakan oleh kementerian dan lembaga terkait guna mendukung efektivitas pelindungan PMI,” ujar Heni.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap Desk P2MI dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkokoh sistem pelindungan warga negara Indonesia di luar negeri.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional nonmiliter, di mana keamanan dan keselamatan warga negara menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kepentingan nasional Indonesia di tingkat global.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.