Kemenko Polkam Perkuat Koordinasi Sengketa Wilayah Demi Jaga Stabilitas Nasional

Jakarta, IDM - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani sengketa batas wilayah yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional.
Langkah ini menjadi krusial di tengah meningkatnya dinamika perselisihan antardaerah yang berdampak langsung terhadap pelaksanaan program pemerintah.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Analisis Penanganan Perselisihan Penegasan Batas Daerah dan Sengketa Pulau yang digelar di Jakarta.
Baca Juga: Presiden Prabowo Perkuat Kesiapsiagaan Pertahanan Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Rapat dipimpin oleh Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan, Kartika Adi Putranta.
Kartika menegaskan ketidakjelasan batas wilayah bukan sekadar persoalan administratif, melainkan memiliki implikasi luas terhadap stabilitas politik, ekonomi, hingga hukum di daerah.
“Kaburnya batas wilayah berdampak pada tersendatnya pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, serta berpotensi memicu konflik antar daerah,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, dibahas sejumlah isu strategis seperti batas daratan, pengelolaan wilayah laut, hingga sengketa pulau yang kerap dipicu oleh kepentingan ekonomi, khususnya terkait sumber daya alam.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan SMA Unggul Garuda untuk Transformasi Pendidikan
Rapat ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Informasi Geospasial, hingga unsur TNI.
Pemerintah menyatakan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian sengketa batas wilayah melalui penguatan koordinasi dan pendekatan terpadu guna memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terjaga.
“Ketidakjelasan batas wilayah berdampak pada ekonomi, politik, dan hukum serta menghambat pembangunan dan pelayanan masyarakat,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































