Kemenko Polkam Percepat Infrastruktur Pertahanan Pulau Selaru, Perkuat Garda Terdepan Kedaulatan NKRI

Jakarta, IDM – Kemenko Polkam memperkuat langkah strategis pemerintah dalam membangun sistem pertahanan negara di wilayah terluar dengan mengoordinasikan percepatan pembangunan sarana dan prasarana pertahanan di Pulau Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperkokoh kedaulatan negara sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan di kawasan perbatasan Indonesia.
Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Koordinasi Pembahasan Isu Strategis Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pertahanan di Pulau Selaru yang melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri.
Baca Juga: Papua Aman, Indonesia Kuat: Pangdam Dorong Sinergi Adat dan TNI Jaga Stabilitas Wilayah
Kepala Bidang Wilayah Perbatasan pada Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Kolonel Laut (P) Jimmy Romelus Pelupessy, mengatakan kawasan perbatasan merupakan beranda terdepan NKRI yang memerlukan perhatian serius dalam pembangunan infrastruktur pertahanan.
"Pembangunan sarana dan prasarana pertahanan di Pulau Selaru tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar setiap program pembangunan dapat saling mendukung dan memberikan dampak optimal bagi penguatan pertahanan negara maupun kesejahteraan masyarakat," ujar Jimmy.
Menurutnya, Kemenko Polkam memiliki fungsi strategis dalam mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian dan lembaga agar pembangunan pertahanan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan wilayah.
Dalam pembahasan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian, mulai dari peningkatan aksesibilitas menuju kawasan perbatasan, pembangunan infrastruktur pendukung operasi pertahanan, penyediaan fasilitas logistik dan pengawasan wilayah perbatasan, hingga sinkronisasi program pembangunan pusat dan daerah.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Kekuatan Bangsa Berawal dari Rakyat yang Sejahtera
Hasil forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain percepatan penyusunan rencana terpadu pembangunan sarana dan prasarana pertahanan di Pulau Selaru.
Tak hanya itu, hasil pertemuan juga menghasilkan penguatan koordinasi antarkementerian dan lembaga, optimalisasi pemanfaatan aset negara bagi kepentingan pertahanan.
Kemudian, penyelarasan program pembangunan perbatasan ke dalam dokumen perencanaan nasional maupun daerah.
Kemenko Polkam menilai pembangunan pertahanan di wilayah perbatasan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional melalui peningkatan konektivitas.
Baca Juga: Alih Teknologi dan Mitigasi Risiko Geopolitik Warnai Ratifikasi Pertahanan Indonesia-Turki
Sehingga infrastruktur pertahanan diharapkan mampu menjadi katalis pembangunan wilayah sekaligus memperkuat kehadiran negara di daerah terluar.
Langkah tersebut sejalan dengan amanat RPJMN 2025–2029 yang menempatkan penguatan kawasan perbatasan sebagai salah satu prioritas nasional.
Melalui koordinasi yang solid dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berupaya mewujudkan Pulau Selaru sebagai kawasan perbatasan yang aman, tangguh, maju, dan mampu menjadi benteng strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































