POLKAM

Kemenko Polkam: Pemuda Harus jadi Motor Diplomasi Solutif Hadapi Ketidakpastian Global

Koba
Kemenko Polkam tegaskan pemuda harus menjadi motor diplomasi solutif hadapi ketidakpastian global. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan bahwa generasi muda memegang peran strategis dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian global yang semakin kompleks.

Melalui diplomasi yang berprinsip, realistis, dan berorientasi pada solusi, pemuda diharapkan mampu menjadi penggerak lahirnya berbagai terobosan untuk menjawab tantangan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Duta Besar Mohammad K. Koba, saat memberikan keynote speech pada kegiatan Preliminary Discussion of the D-8 Youth Dialogue bertema “Navigating Uncertainty, Building Resilience” di Universitas Airlangga, Surabaya.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo: Ideologi Bangsa jadi Penuntun Indonesia di Tengah Krisis Global

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak D-8 Youth Dialogue yang akan berlangsung pada Oktober 2026.

Forum tersebut dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat partisipasi pemuda dalam mendukung agenda Keketuaan Indonesia di organisasi D-8 periode 2026–2027, khususnya pada isu ketahanan pangan dan energi.

Dalam paparannya, Koba menilai situasi global saat ini menuntut hadirnya kepemimpinan baru yang mampu beradaptasi dan berkolaborasi.

Menurutnya, diplomasi tidak lagi menjadi domain eksklusif pemerintah, melainkan ruang yang juga harus diisi oleh generasi muda melalui inovasi dan kerja sama lintas negara.

Baca Juga: Indonesia Serukan Kerja Sama Keamanan Inklusif di Forum Internasional Moskow

“Ketidakpastian global saat ini merupakan ujian kepemimpinan. Setiap generasi dibentuk oleh tantangan yang berani mereka hadapi. Diplomasi dimulai ketika pemuda belajar membangun kepercayaan lintas batas dan mengubah gagasan menjadi solusi nyata,” ujar Koba.

Ia menjelaskan ketahanan suatu bangsa tidak hanya dibangun melalui kebijakan negara, tetapi juga melalui kontribusi masyarakat, terutama kalangan muda yang aktif dalam riset, kewirausahaan, pengembangan teknologi, serta jejaring internasional.

Koba juga menyebut masa depan D-8 akan sangat ditentukan oleh kualitas konektivitas antarmasyarakat, mulai dari kerja sama perdagangan, pertukaran akademik, penelitian bersama, hingga kolaborasi antar pemuda.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan tak Ada Ampun bagi Penyelewengan MBG

“D-8 Youth Dialogue memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam menentukan masa depan bersama. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa, peneliti, inovator, dan profesional muda untuk menghasilkan gagasan dan solusi konkret,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Koba mengajak generasi muda negara-negara D-8 untuk menjadikan ketidakpastian global sebagai momentum memperkuat solidaritas dan kolaborasi internasional.

“Jika Surabaya mampu berdiri teguh pada tahun 1945, maka pemuda D-8 harus siap menghadapi tantangan tahun 2026. Jadikan ketidakpastian sebagai alasan untuk bekerja sama lebih erat,” pungkas Koba.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.