Kemenko Polkam: Nasionalisme, Demokrasi, dan Ruang Digital Harus Dikelola Bijaksana

Jakarta, IDM – Nilai nasionalisme kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas politik, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tak hanya itu, nilai nasionalisme juga menjadi fondasi ketahanan bangsa di tengah dinamika geopolitik global, perkembangan demokrasi, dan kompleksitas ruang digital.
Penegasan tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, mewakili Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, pada Upacara Bendera di Lapangan Kemenko Polkam, Senin (19/1).
Baca Juga: Presiden Prabowo: Penguasaan Iptek Kunci Peradaban Tinggi dan Kesejahteraan Bangsa
Purwito menekankan situasi geopolitik dunia yang semakin memanas dan penuh ketidakpastian menjadi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia untuk terus memperkuat nasionalisme.
“Mencermati perkembangan situasi geopolitik dunia yang tengah memanas dan penuh ketidakpastian, menjadi pelajaran penting bahwa lemahnya nasionalisme dapat berdampak langsung pada tergerusnya kedaulatan negara,” ungkap Purwito.
Menurutnya, upacara bendera tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi untuk meneguhkan kembali nilai kebangsaan, persatuan, dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss: Bertemu Raja Charles, Teken MoU Kapal Ikan
Ia menegaskan nasionalisme bukan sekadar slogan, melainkan kesadaran kolektif untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Nasionalisme merupakan benteng pertahanan jiwa bangsa yang paling kokoh, karena ia hidup di dalam hati setiap warga negara yang mencintai tanah airnya,” ungkapnya.
Menutup amanat, seluruh jajaran Kemenko Polkam diajak untuk terus berperan aktif memperkuat nasionalisme sebagai kunci menjaga stabilitas politik dan ketahanan nasional. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































