POLKAM

Kemenko Polkam Matangkan Penguatan Komcad dan Komduk Hadapi Kompleksitas Ancaman Nasional

Kemenko Polkam
Kemenko Polkam mematangkan penguatan komponen cadangan (komcad) dan komponen pendukung (komduk). Terbaru, Kemenko Polkam telah menggelar rapat penyusunan penguatan komcad dan komduk pada Kamis (14/8/2025). (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mematangkan penguatan komponen cadangan (komcad) dan komponen pendukung (komduk) guna menghadapi kompleksitas ancaman nasional.

Asisten Deputi Bidang Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI Parwito menegaskan pentingnya penguatan komcad dan komduk sebagai pilar utama sistem pertahanan semesta.

“Dunia kita saat ini tidak sedang baik-baik saja. Ancaman lingkungan, populasi, perang ekonomi, hingga infiltrasi budaya memerlukan strategi pertahanan yang adaptif dan melibatkan seluruh elemen bangsa. Komponen cadangan dan pendukung adalah wujud nyata partisipasi rakyat dalam menjaga kedaulatan,” ujar Parwito dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8).

Baca Juga: Kemenko Polkam Bahas Rekomendasi Kebijakan Penanganan Konflik

Terbaru, Kemenko Polkam telah menggelar rapat penyusunan penguatan komcad dan komduk pada Kamis (14/8). Pertemuan menyatukan berbagai kementerian/lembaga untuk menyelaraskan kebijakan.

Parwito mengatakan bahwa penguatan komcad dan komduk adalah langkah strategis untuk menghadapi kompleksitas ancaman nasional, yang menuntut sinergi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan.

Ia menyoroti tantangan strategis global yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan iklim, hingga infiltrasi budaya, yang semuanya berdampak pada pertahanan negara.

Kemenko Polkam menyatakan bahwa strategi utama yang diusung adalah integrasi program, sinkronisasi rincian output (RO), serta penyusunan regulasi bersama demi menjamin kepastian hukum dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Kemenko Polkam Gelar Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Pengutan komcad dan komduk juga telah diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026.

Sasaran utama mencakup penguatan postur pertahanan, pembinaan industri pertahanan, dan optimalisasi sumber daya nasional, yang ditargetkan melalui indikator kinerja seperti Asia Power Index dan Global Cybersecurity Index.

Strateginya meliputi pembinaan personel di wilayah strategis, integrasi peran aparatur sipil negara, optimalisasi potensi akademisi dan generasi muda, serta pemerataan kekuatan di seluruh nusantara. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.