POLKAM

Kemenko Polkam Dorong Mediasi Partisipatif untuk Akhiri Sengketa Batas Daerah

Kemenko Polkam
Kemenko Polkam dorong mediasi partisipatif untuk akhiri sengketa batas daerah. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan melalui Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan menggelar Forum Koordinasi dan Konsultasi Transformasi Penyelesaian Perselisihan Batas Wilayah Melalui Pendekatan Partisipatif dan Konsensus di Jakarta.

Forum ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mencari formula baru penyelesaian sengketa batas wilayah yang lebih inklusif, adil, dan berorientasi pada stabilitas nasional.

Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan, Kartika Adi Putranta, mengatakan dinamika otonomi daerah dan pemekaran wilayah telah memunculkan berbagai persoalan strategis, terutama terkait penegasan batas antarwilayah yang hingga kini masih menjadi sumber konflik di sejumlah daerah.

Baca Juga: Menko Polkam: Papua Harus Dijaga dengan Sinergi Keamanan, Dialog, dan Kesejahteraan

“Perselisihan batas wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif dan hukum, tetapi juga menyangkut kepentingan sosial, ekonomi, politik, pengelolaan sumber daya alam, hingga identitas masyarakat di wilayah perbatasan yang dapat menimbulkan konflik horizontal,” ujar Kartika.

“Lalu menghambat pembangunan infrastruktur, mempersulit pelayanan publik, serta mengganggu stabilitas keamanan dan pemerintahan daerah,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, pemerintah bersama lintas kementerian dan lembaga menyepakati pemanfaatan pendekatan partisipatif melalui jalur mediasi sebagai mekanisme utama penyelesaian sengketa batas wilayah.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk membangun kesepahaman antardaerah dibanding pola penyelesaian yang semata-mata bersifat administratif dan legal formal.

Baca Juga: TNI AL Selamatkan Rp14,75 Triliun, Menko Polkam: Bukti Negara Hadir Jaga Kekayaan Nasional

Untuk menjaga objektivitas proses, penanganan konflik juga akan melibatkan mediator profesional yang netral.

Langkah ini dianggap penting mengingat banyak sengketa batas, khususnya terkait kepemilikan pulau, kerap terkendala minimnya dokumen historis dan rumitnya verifikasi arsip kolonial seperti Staatsblad.


“Pendekatan partisipatif dan mediasi menjadi langkah penting untuk menciptakan penyelesaian sengketa batas wilayah yang lebih adil, objektif, dan mampu menjaga stabilitas nasional,” ungkap Kartika.

Baca Juga: Mengenal TKMPP, Perumus Kebijakan Partisipasi Indonesia dalam Pemeliharaan Perdamaian Dunia

Forum turut menyoroti perlunya pembaruan regulasi penegasan batas daerah guna memberikan kepastian hukum yang lebih kuat. Revisi regulasi nantinya diharapkan menempatkan mediasi partisipatif sebagai instrumen utama dalam penyelesaian konflik batas wilayah.

“Kami ingin mendorong penyelesaian yang tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga diterima seluruh pihak secara sosial dan politik sehingga mampu menjaga stabilitas daerah dalam jangka panjang,” kata Kartika.

Adapun kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Mahkamah Agung, Arsip Nasional Republik Indonesia, Direktorat Topografi TNI AD, Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL, Mabes TNI, serta kalangan akademisi. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.