POLKAM

Kemenko Polkam Dorong Integrasi Intelijen untuk Jawab Ancaman di Tahun 2026

Wahyu Handoyo
Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan dan Kewaspadaan Nasional Kemenko Polkam Wahyu Handoyo. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Koordinasi Intelijen Tahun 2025 serta Penyusunan Perkiraan Intelijen Tahun 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Pelaksana Harian (Plh.) Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan dan Kewaspadaan Nasional di Bogor, Jawa Barat.

Rapat koordinasi bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Koordinasi Intelijen Nasional sepanjang tahun 2025 sekaligus menghimpun masukan strategis dalam penyusunan perkiraan intelijen tahun 2026 agar lebih antisipatif dan komprehensif.

Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Sektor Jaga Keamanan Laut Nasional

“Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan Koordinasi Intelijen Nasional sepanjang tahun 2025, sekaligus menghimpun masukan dalam penyusunan perkiraan intelijen tahun 2026 yang lebih antisipatif dan komprehensif,” ujar Wahyu Handoyo, Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan dan Kewaspadaan Nasional Kemenko Polkam.

Dalam rapat tersebut, para narasumber dari Kementerian Pertahanan, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI turut memaparkan dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang berpotensi memengaruhi kepentingan nasional Indonesia.

Wahyu menekankan evaluasi koordinasi intelijen menjadi aspek krusial dalam menjawab tantangan yang masih dihadapi.

“Evaluasi Koordinasi Intelijen sangat penting, khususnya dalam mengatasi tantangan fragmentasi informasi dan ego sektoral yang masih ditemukan di berbagai kementerian dan lembaga,” tegasnya.

Baca Juga: Kemenko Polkam dan BNPT Tekankan Pencegahan Ekstremisme di Daerah

Rakor ini diikuti oleh perwakilan kementerian dan lembaga strategis, antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Kejaksaan Agung, TNI, Polri, BIN, BSSN, serta pejabat internal Kemenko Polkam.

Seluruh peserta sepakat akan pentingnya penguatan peran BIN sebagai Koordinator Intelijen Negara, peningkatan integrasi dan pertukaran data lintas sektor, serta optimalisasi forum Koordinasi Intelijen guna mendukung deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi ancaman.

Kemenko Polkam diharapkan mampu mendorong terwujudnya sinergi Intelijen Nasional yang solid, profesional, dan adaptif dalam menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks pada tahun 2026. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.