Kemenko Polkam: Dana Otonomi Khusus Papua Harus Optimal untuk Kelompok Rentan

Jakarta, IDM – Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Mayjen TNI Heri Wiranto, menegaskan bahwa kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua pada prinsipnya memberikan kewenangan luas kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan komunitas adat.
Heri menjelaskan ruang lingkup kesejahteraan masyarakat dalam kebijakan tersebut sangat luas.
Maka, daerah punya keleluasaan untuk mengarahkan anggaran Otsus pada kebutuhan prioritas, termasuk perlindungan sosial bagi lansia maupun layanan bagi kelompok adat.
Baca Juga: Kemenko Polkam Dorong Sinkronisasi Tata Kelola Otonomi Khusus di 9 Provinsi
“Tentu bicara aspek kesejahteraan masyarakat kan luas sekali, termasuk lansia,” ujarnya.
Heri memaparkan dana Otsus Papua yang telah diberikan sejak 2013 terbagi ke dalam dua jenis alokasi, yakni block grant dan specific grant.
Skema specific grant, menurutnya, dapat digunakan secara langsung untuk program-program spesifik yang menyasar kelompok rentan, termasuk masyarakat adat Papua dan orang asli Papua (OAP).
“Specific grant itu sebenarnya bisa dikelola untuk hal yang seperti itu,” terangnya.
Baca Juga: Menko Polkam Tekankan Penguatan Kawasan Perbatasan sebagai Prioritas Nasional
Meski begitu, Heri mengakui implementasi Otsus hingga saat ini belum mencapai hasil optimal. Pemerintah sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Otsus di sejumlah daerah, termasuk Papua.
Dalam proses evaluasi tersebut, pemerintah melibatkan para pakar untuk menilai sejauh mana efektivitas penyelenggaraan Otsus selama ini.
“Tentu belum optimal, masih kita dorong terus upayakan ke depan,” tegasnya.
Heri menuturkan evaluasi penting untuk memperbaiki tata kelola penggunaan dana Otsus agar tepat sasaran.
Baca Juga: Diplomatic Tour 2025 jadi Pondasi Baru Diplomasi Indonesia di Pasifik
Ia menekankan bahwa pengaturan lebih detail diperlukan, sebagaimana disampaikan Dirjen Otonomi Daerah, agar pemanfaatan dana Otsus benar-benar menyentuh kebutuhan fundamental masyarakat.
Heri menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat Papua, termasuk kelompok rentan, harus diutamakan dalam tiga sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Peningkatan akses pendidikan menjadi poin penting, terutama bagi warga asli Papua, karena menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup jangka panjang. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































