Kemenko Polkam Bahas Strategi Penanganan Permasalahan Batas Maritim Indonesia

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Permasalahan Perbatasan Maritim Indonesia di Bekasi, Jawa Barat.
Rapat ini dipimpin oleh Asisten Deputi Kerja Sama Asia, Nur Rokhmah Hidayah, dan dihadiri perwakilan dari berbagai kementerian serta lembaga terkait.
Dalam sambutannya, Nur Rokhmah menjelaskan bahwa penetapan batas maritim Indonesia masih menghadapi tantangan dari aspek teknis, hukum, geopolitik, keamanan, hingga ekonomi.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Dorong OKI Atasi Konflik Kemanusiaan di Sudan
“Negosiasi batas maritim tidaklah mudah dan sering kali memakan waktu panjang,” ujarnya, yang dikutip Rabu (5/11).
Kemenko Polkam, lanjutnya, telah memperkuat koordinasi nasional melalui diplomasi perbatasan serta pemantauan di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan II.
Hasil peninjauan menunjukkan masih adanya batas yang belum terselesaikan, keterbatasan armada dan teknologi pengawasan, serta perlunya peningkatan kehadiran negara di wilayah perbatasan laut.
Dari Kementerian Luar Negeri, Koordinator Batas Laut dan Hukum Udara, M. Taufan menyampaikan perundingan batas laut harus merujuk pada UNCLOS 1982 dan hukum nasional.
Baca Juga: DPR: Kehadiran Airbus A400M Perkuat Pertahanan dan Misi Kemanusiaan Indonesia
Sementara itu, Brigjen TNI Mirza Patria Jaya dari BAIS TNI menyoroti potensi ancaman keamanan seperti penyelundupan dan perdagangan orang, sedangkan perwakilan Bakamla, Laksma TNI Askari menekankan pentingnya sinergi patroli lintas instansi.
Dari Pushidrosal, Letkol Ahmad Lufti Ibrahim menegaskan peran pemetaan hidrografi sebagai dasar ilmiah dalam penetapan batas laut.
Rapat tersebut menegaskan bahwa sinergi kebijakan, diplomasi, dan keamanan sebagai fondasi dalam menjaga kedaulatan serta memperkuat strategi diplomasi maritim nasional. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































