Jepang, Filipina dan AS Pererat Kerja Sama Hadapi 'Perilaku Berbahaya' Cina

Jakarta, IDM – Jepang, Filipina, dan Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk mempererat kerja sama trilateral dalam menghadapi meningkatnya ketegangan di kawasan, khususnya "perilaku berbahaya dan melanggar hukum Cina".
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, dan Presiden AS Joe Biden bertemu secara daring pada Senin (13/1). Hal itu dilakukan sebagai kelanjutan dari pertemuan perdana antara Marcos, Biden, dan Perdana Menteri Jepang saat itu Fumio Kishida di Washington pada April lalu, yang berkomitmen untuk menjaga stabilitas regional.
Baca Juga: Presiden Ukraina Klaim Tangkap Dua Tentara Korut
"Presiden Joseph R. Biden Jr. hari ini berbicara dengan Perdana Menteri Ishiba Shigeru dari Jepang dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. dari Filipina untuk memajukan kerja sama berkelanjutan di Indo-Pasifik," tulis laman Kepresidenan AS Whitehouse.gov, Senin (13/1).
"Ketiga pemimpin membahas keamanan maritim dan kerja sama ekonomi trilateral, serta perilaku berbahaya dan melanggar hukum Republik Rakyat Tiongkok di Laut Cina Selatan. Ketiga Pemimpin sepakat tentang pentingnya koordinasi berkelanjutan untuk memajukan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," sambungnya, mengacu pada nama resmi Cina yakni Republik Rakyat Tiongkok.
Baca Juga: Tangkap Dua Tentara Korut, Presiden Ukraina Siap Bertukar Tawanan
Kementerian Luar Negeri Jepang secara terpisah mengatakan bahwa ketiga pemimpin telah menentang "upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekerasan" di Laut Cina Timur dan Selatan.
Ketegangan antara Cina dan Filipina telah meningkat selama dua tahun terakhir akibat pertikaian antar penjaga pantai di Laut Cina Selatan. Berdasarkan putusan pengadilan arbitrase internasional tahun 2016, klaim sepihak Cina di perairan itu tidak memiliki dasar hukum internasional. Namun, Cina menolak keputusan itu dan terus melakukan patroli maupun latihan militer di perairan sengketa tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































