Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr sepakat untuk mempererat kerja sama pertahanan dan meningkatkan pembagian informasi intelijen di tengah sengketa wilayah dengan Cina.
Jepang, Filipina, dan Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk mempererat kerja sama trilateral dalam menghadapi meningkatnya ketegangan di kawasan, khususnya "perilaku berbahaya dan melanggar hukum Cina".