Israel Sebut Serangan yang Tewaskan 7 Staf Kemanusiaan Akibat 'Kesalahan Identifikasi'

Jakarta, IDM - Panglima militer Israel mengatakan bahwa serangan udara Israel yang menewaskan tujuh staf kemanusiaan dari World Central Kitchen (WCK) di Jalur Gaza sebagai akibat dari 'kesalahan identifikasi' (misidentification) dalam situasi yang kompleks.
“Itu adalah kesalahan yang terjadi setelah kesalahan identifikasi pada malam hari, saat perang dalam kondisi yang sangat kompleks. Seharusnya hal itu tidak terjadi,” kata Letjen Herzi Halevi melansir AP, Rabu (3/4).
Baca Juga: Korut akan Kembali Luncurkan Satelit Pengintai Militer Tahun Ini
Halevi menyebut, pihaknya bekerja sama dengan badan independen, di mana mereka akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh selama beberapa hari. Nantinya, hasil penyelidikan itu akan dibagikan kepada WCK dan pihak terkait lainnya.
“Kami melihat pentingnya kelanjutan pengiriman bantuan kemanusiaan, dan kami akan terus berupaya memfasilitasi upaya penting ini,” ujarnya.
Sementara, WCK menegaskan pihaknya telah mengoordinasikan pergerakan mereka dengan otoritas militer Israel. Namun, konvoi tiga mobil yang berlogo WCK itu diserang ketika meninggalkan gudang Deir al-Balah, usai menurunkan lebih dari 100 ton bantuan makanan yang dibawa melalui jalur laut.
Baca Juga: Korsel dan Thailand Sepakat untuk Memperluas Kerja Sama Pertahanan
“Ini bukan hanya serangan terhadap WCK, ini adalah serangan terhadap organisasi kemanusiaan yang muncul dalam situasi paling mengerikan di mana makanan digunakan sebagai senjata perang. Ini tidak bisa dimaafkan,” kata CEO WCK Erin Gore melalui Wck.org.
Sebanyak tujuh orang yang tewas dalam serangan itu berasal dari Australia, Polandia, Inggris, Palestina serta seorang yang berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Operasi kemanusiaan WCK di Jalur Gaza akan dihentikan untuk waktu yang belum ditentukan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































