Iran Tuntut Hak dan Pencabutan Sanksi AS

Jakarta, IDM – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa mereka tidak mencari konsesi dari Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan, Teheran ingin hak-haknya dipulihkan dan sanksi dicabut.
“Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat; kami hanya menginginkan hak-hak kami,” kata Baghaei melansir AA, Jumat (22/5).
Baca Juga: Operasi Diplomasi RI Berhasil, 9 WNI Flotilla Gaza Keluar dari Israel
"Akhiri tindakan kriminal Amerika terhadap rakyat Iran. Sanksi harus dicabut, aset Iran yang dibekukan harus dilepaskan dan tersedia untuk negara,” sambungnya.
Ia menyoroti bahwa selama lima dekade terakhir, Iran telah dijatuhi sanksi. Menurutnya, AS menjatuhkan sanksi itu atas berbagai dalih tanpa bukti salah satunya ancaman senjata nuklir.
“Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap aktor mana pun di kawasan atau dunia,” tegasnya.
Baca Juga: NATO Fokus untuk Tidak Bergantung Pada Satu Negara
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu. Iran membalas dengan menyerang Israel dan beberapa negara tetangga yang menjadi lokasi aset militer AS sekaligus membatasi Selat Hormuz untuk pihak-pihak yang dianggap musuh.
Meskipun keduanya menyepakati gencatan senjata, ketegangan masih berlangsung di Selat Hormuz, yang berdampak pada melambungnya harga minyak dunia. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































