Inggris dan 35 Negara akan Bahas Langkah Membuka Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Inggris akan menggelar pertemuan secara daring dengan 35 negara pada Kamis (2/4). Tujuannya untuk membahas langkah membuka kembali Selat Hormuz, yang telah dibatasi oleh Iran karena konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Baca Juga: Kecewa Serangan ke Iran Tak Didukung, AS akan Evaluasi Hubungan dengan NATO
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan, pihaknya tidak terlibat dalam konflik tersebut. Inggris berkomitmen untuk mendorong de-eskalasi hingga Selat Hormuz kembali dibuka.
Adapun, Iran telah membatasi akses Selat Hormuz terhadap pihak-pihak yang dianggap musuh maupun mendukung musuh. Tetapi, beberapa kapal tanker telah melewati jalur vital untuk energi itu termasuk Cina dan India.
"Inggris kini telah menyatukan 35 negara melalui niat kita untuk bersama-sama mendorong keamanan maritim di seluruh Teluk… Kita akan menilai semua langkah diplomatik dan politik yang layak yang dapat kita ambil untuk memulihkan kebebasan navigasi, menjamin keselamatan kapal dan pelaut yang terjebak, dan untuk melanjutkan pergerakan komoditas vital," katanya, melansir Gov.uk, Kamis (2/4).
Baca Juga: Indonesia Kecam Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Warga Palestina
"Setelah pertemuan itu, kami juga akan mengumpulkan para perencana militer kami untuk melihat bagaimana kami dapat mengerahkan kemampuan kami dan membuat selat tersebut dapat diakses dan aman setelah pertempuran berhenti," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































