Indonesia Serukan Kerja Sama Keamanan Inklusif di Forum Internasional Moskow

Jakarta, IDM - Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong kerja sama keamanan global yang inklusif, konstruktif, dan saling menguntungkan dalam The 14th International Meeting of High-Ranking Officials Responsible for Security Matters yang berlangsung di Moskow, Rusia.
Kehadiran Delegasi Republik Indonesia (Delri) dalam forum yang diikuti lebih dari 120 negara dan organisasi internasional tersebut menjadi momentum penting untuk menyuarakan pandangan Indonesia mengenai tantangan keamanan dunia yang semakin kompleks.
Delegasi Indonesia dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, serta melibatkan unsur Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Kementerian Luar Negeri, BSSN, dan Polri.
Baca Juga: Menko Polkam: Praja IPDN Harus Berani Membela Kepentingan Rakyat dan Menolak Korupsi
Dalam pidatonya, Letjen TNI Tri Budi Utomo menyoroti perubahan besar yang tengah terjadi dalam tatanan global.
Menurutnya, distribusi kekuatan dunia kini semakin menyebar, namun pada saat yang sama juga memunculkan ketidakpastian dan persaingan yang lebih tajam.
“Dunia saat ini berada dalam transisi besar. Kekuatan menjadi semakin tersebar, namun lanskap internasional juga semakin terfragmentasi, tidak pasti, dan kompetitif. Karena itu, kerja sama keamanan harus dibangun secara praktis, konstruktif, dan saling menguntungkan,” ujar Tri Budi.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Duta Besar Mohammad K. Koba, menyebut Indonesia memandang perubahan menuju dunia multipolar sebagai sebuah keniscayaan yang harus dikelola dengan bijaksana.
“Indonesia meyakini transisi menuju multipolaritas harus dikelola secara bijak. Multipolaritas tidak boleh menciptakan konfrontasi blok maupun memperdalam fragmentasi, tetapi harus membuka ruang lebih besar bagi dialog, saling menghormati, dan kerja sama praktis,” tegas Koba.
Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi ancaman keamanan nontradisional, mulai dari keamanan maritim, ketahanan rantai pasok, keamanan pangan dan energi, hingga keamanan siber dan perlindungan infrastruktur kritis nasional.
Partisipasi Indonesia dalam forum ini sekaligus mempertegas implementasi politik luar negeri bebas aktif yang konsisten mendukung terciptanya tatanan kawasan dan global yang terbuka, inklusif, transparan, serta berbasis aturan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































