Hamas Tanggapi Proposal Joe Biden, Tak Akan Negosiasi dengan Israel

Jakarta, IDM - Hamas menegaskan pihaknya tidak akan menyetujui kesepakatan apapun kecuali Israel berkomitmen secara gamblang terhadap gencatan senjata permanen dan penarikan penuh dari pendudukan di Jalur Gaza.
“Kami tidak dapat menyetujui perjanjian yang tidak mengamankan, menjamin, dan memastikan gencatan senjata permanen, penarikan penuh dari Jalur Gaza dan menyelesaikan kesepakatan pertukaran (tawanan) yang sangat serius,” kata pejabat Hamas Osama Hamdan melansir Reuters, Rabu (5/6).
Baca Juga: Sebanyak Lima Anjing Pelacak di Ekuador Mendapat Penghargaan Militer
Pernyataan itu ia ungkapkan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengusulkan proposal tiga fase, yang mencakup gencatan senjata, pertukaran tawanan dan rekonstruksi skala besar di Gaza.
Berdasarkan proposal itu, Hamas dan Israel akan melakukan negosiasi selagi gencatan senjata pada fase pertama. Selanjutnya, keduanya akan melakukan pertukaran tawanan selagi Israel mundur dari Gaza dan gencatan senjata permanen dimulai.
Pada tahap terakhir, rekonstruksi Gaza skala besar dimulai sekaligus pengembalian peninggalan segala hal yang berkaitan dengan tawanan yang tewas kepada keluarga mereka.
Baca Juga: Qatar Desak Posisi yang Jelas dari Hamas-Israel untuk Gencatan Senjata
Sebelumnya, Hamas mengaku memandang positif isi proposal tersebut. Namun, kini Hamdan menegaskan segala kesepakatan tidak akan tercapai jika tidak ada komitmen dari Israel.
"Israel hanya menginginkan (proposal) satu fase di mana mereka menyandera semua orang, lalu melanjutkan agresi dan perang terhadap rakyat. Kami meminta para mediator untuk mendapatkan posisi yang jelas dari pendudukan Israel untuk berkomitmen terhadap gencatan senjata permanen dan penarikan penuh,” ujar Hamdan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































