INTERNASIONAL

Hadapi Tekanan Cina, Filipina Akan Perkuat Latihan Gabungan di Laut Cina Selatan

Menhan Filipina Gilberto Teodoro
Menhan Filipina Gilberto Teodoro. (Foto: Dok. Pna.gov.ph)

Jakarta, IDM – Filipina akan terus membangun kerja sama keamanan dan latihan gabungan di Laut Cina Selatan sebagai bentuk unjuk kekuatan dan membangun deterens terhadap Cina.

Dilansir dari AP, Senin (27/5), hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina Gilberto Teodoro untuk menampik kritik Cina terhadap latihan gabungan dengan sekutu. Ia kembali menegaskan, Filipina tidak akan mentolerir agresi dan tindakan provokatif.

Sejak ketegangan dengan Cina meningkat di Laut Cina Selatan tahun lalu, pemerintahan Ferdinand Marcos Jr. telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat aliansi keamanan dengan sejumlah negara, termasuk mengizinkan lebih banyak personil militer Amerika Serikat (AS) hadir di Filipina.

Baca Juga: Korut Diyakini Bersiap Segera Luncurkan Satelit Pengintai Kedua

Pada bulan April dan Mei lalu, militer Filipina pun menggelar latihan tempur tahunan dengan AS di perairan yang disengketakan tersebut. Menanggapi hal itu, Cina menyebutnya bersifat provokatif dan bertujuan untuk membendung Cina serta membahayakan keamanan regional.

“Menganggap kegiatan kerja sama dengan negara-negara yang berpikiran sama sebagai upaya untuk menahan atau memprovokasi adalah disinformasi dan bukti paranoia terhadap sistem politik tertutup,” kata Teodoro yang mengacu pada Cina.

“Tujuan utama mereka adalah untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan ancaman atau penggunaan kekerasan. Hal ini tidak bisa kami biarkan terus berlanjut,” tambahnya.

Baca Juga: Abaikan Perintah ICJ, Israel Tetap Serang Rafah

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Filipina telah melakukan latihan gabungan yang 'realistis', yang berfokus pada pertahanan teritorial di perairan sengketa.

“Untuk pertama kalinya kami mengembangkan skenario pelatihan realistis dengan skenario hipotetis evolusioner di mana kami benar-benar dapat menguji kemampuan kami. Akan ada lebih banyak aktivitas kerja sama maritim antara kami dan negara-negara yang berpikiran sama," imbuhnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.