PARLEMEN

Hadapi Konflik Geopolitik, DPR RI Dorong Diplomasi Parlemen yang Proaktif dan Multilateral

Wakil Ketua koordinasi BKSAP DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh.
Wakil Ketua koordinasi BKSAP DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – DPR RI menilai dinamika global yang diwarnai konflik geopolitik dan fragmentasi kepemimpinan internasional menuntut pendekatan diplomasi yang lebih inklusif dan berorientasi dialog.

Wakil Ketua koordinasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh, menyampaikan 2025 lalu menjadi titik refleksi penting bagi tatanan global.

Fenomena yang ia sebut sebagai geopolitical recession memperlihatkan meningkatnya rivalitas kekuatan besar dan melemahnya efektivitas multilateralisme.

Baca Juga: 2 Pilot Smart Air Gugur, Komisi I Minta Pelaku Teror Ditindak dan Pendekatan Humanis Diperkuat

Husein menekankan Indonesia harus hadir sebagai kekuatan penyeimbang yang menjembatani dialog antarnegara.

“Indonesia memiliki modal diplomasi yang kuat. Melalui parlemen, kita bisa menjangkau berbagai spektrum kepentingan dan membangun komunikasi lintas blok,” tegasnya.

Sepanjang 2025, pembentukan 102 Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) menjadi fondasi penguatan hubungan bilateral.

Di level global, Indonesia aktif dalam Inter-Parliamentary Union dan dipercaya memimpin Parliamentary Union of the OIC Member States 2025.

Baca Juga: DPR: Tantangan Industri Pertahanan Nasional Terletak pada Konsistensi Kebijakan dan Dukungan Pembiayaan

Sementara di tingkat kawasan, usulan resolusi Indonesia dalam ASEAN Inter-Parliamentary Assembly terkait Myanmar dan ekonomi berkelanjutan menjadi bukti kontribusi konkret dalam stabilitas regional.

Memasuki 2026, BKSAP akan mengintensifkan inisiatif di ASEAN dan Indo-Pasifik, termasuk AIPA Caucus serta penguatan IPPP sebagai ruang dialog parlemen kawasan.

“Diplomasi parlemen bukan sekadar simbolik, tetapi instrumen nyata menjaga kepentingan nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai middle power yang kredibel,” pungkas Husein. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.