G7 Kecam Serangan Paramiliter Sudan terhadap Sipil

Jakarta, IDM – Negara G7 mengecam keras serangan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) Sudan terhadap warga sipil yang tidak bersalah dan staff kemanusiaan di El-Fasher dan Kordofan Utara.
Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan antarmenteri di Niagara, Kanada, G7 mendesak konflik dihentikan karena menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia.
Baca Juga: 300 WNI Kelompok Rentan Berhasil Kembali dari Detensi Imigrasi Malaysia
"Kami dengan tegas mengutuk kekerasan seksual. Kami mendesak RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan untuk menghormati hak asasi manusia, melakukan deeskalasi, berkomitmen pada gencatan senjata segera dan permanen, serta memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan yang cepat dan tanpa hambatan," tulis pernyataan G7, melansir G7.canada.ca, Kamis (13/11).
Selain mendukung upaya diplomatik yang sedang berlangsung, mereka menyerukan perlunya kekuatan eksternal untuk memulihkan perdamaian dan keamanan di Sudan.
Baca Juga: Temui Paul Keating, Presiden Prabowo Bahas Geopolitik yang Berdampak di Kawasan Indo-Pasifik
Wold Health Organization (WHO) mengatakan bahwa konflik antara paramiliter RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan telah menewaskan sekitar 40.000 orang dan menyebabkan sekitar 12 juta orang terpaksa mengungsi sejak April 2023,
Bulan lalu, RSF merebut ibu kota negara bagian Darfur Utara, El-Fasher, dan dilaporkan melakukan pembantaian terhadap warga sipil. RSF telah menguasai lima dari 18 negara bagian Sudan. Sementara, sebagian besar wilayah lainnya masih dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Sudan. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































