PARLEMEN

DPR: Konflik Iran-AS dan Israel Bisa Meluas jadi Perang Regional

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menilai serangan terbaru di kawasan Timur Tengah sebagai perkembangan serius yang berpotensi mengganggu proses diplomasi yang sedang berlangsung di tingkat regional maupun internasional.

“Ini serangan serius dan berpotensi mengganggu proses diplomasi yang tengah berlangsung,” ujar Sukamta.

Menurutnya, situasi saat ini membuka sejumlah kemungkinan perkembangan, termasuk potensi pembalasan dari Iran terhadap AS maupun Israel.

Baca Juga: El Mencho Tewas, DPR Ingatkan Negara Wajib Jaga Keamanan WNI di Mexico

Ia menyebut, respons Iran hampir bisa dipastikan terjadi, meski bentuk dan intensitasnya belum dapat diprediksi secara pasti.

“Bisa diduga Iran akan membalas, namun bentuk dan intensitasnya belum jelas. Balasan bisa berupa serangan misil, drone, atau operasi proxy terhadap kepentingan Israel dan sekutunya,” jelasnya.

Sukamta mengingatkan yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan eskalasi lebih luas.

Konflik yang semula bersifat terbatas berpotensi berkembang menjadi perang regional apabila negara-negara lain, baik sekutu Iran maupun sekutu Israel, terlibat secara langsung.

Baca Juga: Komisi I DPR Minta Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Dibahas secara Terbuka

“Jika konflik ini meluas dan melibatkan negara-negara lain secara terbuka, maka dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan, tetapi juga secara global,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa setiap ketegangan di Timur Tengah hampir selalu berdampak pada ekonomi dunia, terutama pasar energi global, arus investasi, serta jalur perdagangan internasional.

Kenaikan harga minyak dan gangguan distribusi energi menjadi risiko nyata apabila konflik terus meningkat.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Serius Tanggapi Situasi Meksiko, Perlindungan WNI jadi Prioritas

Dalam konteks itu, Sukamta mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif melalui jalur diplomasi multilateral, termasuk bersama negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“RI bersama OKI perlu mencegah terjadinya eskalasi agar tidak menjadikan ini konflik yang lebih luas. Semua pihak sebaiknya menahan diri, dan Israel perlu menghentikan agresivitasnya,” katanya.

Ia menegaskan pendekatan dialog dan de-eskalasi harus menjadi prioritas utama guna menjaga stabilitas kawasan serta melindungi kepentingan masyarakat internasional yang lebih luas. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.