DPR Kecam Israel Bombardir Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, mengecam keras tindakan militer Israel yang kembali melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza di tengah masa gencatan senjata. Sedikitnya 26 warga sipil Gaza dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.
Oleh Soleh menilai serangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap komitmen gencatan senjata yang telah disepakati dan menunjukkan watak agresif Israel yang selama ini kerap mengabaikan hukum internasional.
Baca Juga: Uji Materi UU TNI Berguguran di MK, 3 Pemohon Cabut Permohonan
“Israel kembali membuktikan diri sebagai negara yang tidak menghormati perjanjian damai dan nilai-nilai kemanusiaan. Serangan di tengah gencatan senjata adalah tindakan brutal dan biadab,” tegas Oleh Soleh, yang dikutip Kamis (30/10).
Ia menilai alasan Israel yang menyebut serangan itu sebagai respons terhadap serangan Hamas adalah dalih yang dibuat-buat. PM Israel Benjamin Netanyahu sengaja memerintahkan serangan udara untuk membunuh warga Gaza
“Tidak benar jika serangan ke Gaza itu dilakukan karena pasukan Hamas menyerang tentara Israel. Itu hanya alasan yang direkayasa untuk membenarkan aksi kekerasan mereka. Dunia sudah tahu bahwa Israel kerap memutarbalikkan fakta demi menutupi kejahatannya,” ujarnya.
Oleh Soleh pun mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan Israel.
Baca Juga: Komisi I DPR Desak Penangkapan Jaringan Pengirim Pekerja Online Scam ke Kamboja
“PBB dan Amerika Serikat harus bertindak. Ini bukan lagi soal politik, tapi soal kemanusiaan. Bila dunia terus diam, Israel akan terus merasa kebal hukum dan terus membunuh warga sipil Palestina tanpa rasa bersalah,” tegasnya.
Oleh Soleh juga menyerukan solidaritas global terhadap rakyat Palestina dan mendesak pemerintah Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dalam memperjuangkan penghentian kekerasan di Gaza serta memperkuat dukungan diplomatik bagi kemerdekaan Palestina. (Ykb)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































