POLKAM

Di Tengah Dinamika Geopolitik, SBY Ingatkan Hal Ini untuk Cegah Perang Dunia III

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di forum PYC, Jakarta. (IDM/Bunga Permata)

Jakarta, IDM – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingnya diplomasi dan kebersamaan guna meredam ketegangan global.

Dalam forum Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Talks bertajuk 'Keamanan Nasional Indonesia dalam Dinamika Tantangan Global' di Jakarta, Senin (3/11), ia menyoroti geopolitik yang terus berubah sejak Perang Dingin hingga saat ini.

Ia menuturkan, hal yang paling mencolok adalah tren pergeseran dari multilateralisme menjadi era G-Zero yang menjunjung prinsip 'Country First'. Misalnya, prinsip 'America First' yang kembali digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80, Trump juga memandang sebelah mata fungsi organisasi internasional tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan tidak Boleh Ada Mafia dalam Pemerintahannya

"Banyak yang tadinya wajib bersama-sama di kerja sama internasional, multilateralisme, sekarang walk away. Lebih memilih country first. America first, China first, Russia first, yang seolah-olah kewajiban internasional nomor sekian," imbuhnya.

Dalam hal ini, ia menilai bahwa Pemerintahan Prabowo Subianto juga menjalankan prinsip 'Indonesia First' tetapi tidak berpaling dari keberpihakan terhadap multilateralisme.

Dinamika ini, kata dia, perlu dicermati. Indonesia perlu adaptif mempersiapkan dengan baik, merumuskan strategi kebijakan yang tepat sasaran untuk memastikan kedaulatan dan tetirori terjaga. Berbagai konflik dan ketegangan antara negara besar patut diawasi, jangan sampai Indonesia terseret. "It's not our war," ucapnya.

Baca Juga: Kemenko Polkam Dorong Integrasi Pembangunan Kekuatan TNI Menuju Pertahanan Nasional Modern

Menurutnya Perang Dunia III bisa terjadi, bukan tidak mungkin. Namun, sosok yang akrab disapa SBY itu optimis bahwa perang besar dapat dicegah jika para pemimpin bersatu dengan tujuan yang sama.

"Tanpa meninggalkan kebersamaan untuk memastikan ketegangan geopolitik bisa direda, perang besar bisa dicegah. Agar dampaknya tidak kemana-mana dan menimpa seluruh negara. Itu menurut saya arah diplomasi kita tahun-tahun ke depan," imbuhnya.

"Dan Pak Prabowo tahu, because he is also a foreign policy president. Dia mengerti dan saya berharap rekan-rekan saya bisa engage dengan pemimpin dunia yang lain untuk tujuan yang sama, common purpose. Ada masalah selesaikanlah tanpa harus menuju peperangan," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.