Cina Tambah Anggaran Pertahanan Hingga 7,2%

Jakarta, IDM - Cina tingkatkan anggaran pertahanan sebesar 7,2% atau sekitar 1,67 triliun yuan ($231,4 miliar). Berdasarkan kenaikan itu, anggaran pertahanan Cina telah bertambah lebih dari dua kali lipat selama 11 tahun kepresidenan Xi Jinping.
Baca Juga: Polandia akan Luncuran Satelit Militer Tahun Depan
Dilansir dari AP, Rabu (6/3), kebijakan tersebut tertulis dalam sebuah laporan yang diuraikan oleh Perdana Menteri Li Qiang dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China ke-14 di Beijing pada beberapa waktu lalu. Dengan demikian, tahun 2024 menjadi tahun kesembilan berturut-turut yang mengalami kenaikan dalam anggaran pertahanan Cina.
“Kami akan memberikan jaminan keuangan yang lebih kuat untuk upaya memodernisasi pertahanan nasional dan angkatan bersenjata kami di semua matra dan mengkonsolidasikan serta meningkatkan strategi nasional,” kata Qiang.
Baca Juga: India Beli Rudal Berkemampuan Nuklir Senilai $2,36 Miliar
Peningkatan ini sejalan dengan perintah Presiden Xi Jinping agar militer Cina menjadi 'kekuatan kelas dunia' pada tahun 2027 mendatang, yang bertepatan dengan peringatan ke-100 People's Liberation Army (PLA). (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































