
Anggaran Pertahanan 2027 Naik Rp60 Triliun, Menhan Sjafrie: Kami Gunakan Semaksimal Mungkin
Anggaran pertahanan Indonesia untuk tahun 2027 mendapat tambahan signifikan.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Anggaran pertahanan Indonesia untuk tahun 2027 mendapat tambahan signifikan.

Anggaran pertahanan yang terbatas membuat Indonesia sulit menandingi kekuatan militer negara adidaya secara seimbang. Namun, kondisi ini bukan alasan bagi Indonesia untuk kalah gertak di laut.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa efisiensi anggaran akan terus dilakukan, bahkan jika diperlukan anggaran sektor pertahanan dan Kepolisian dapat dikurangi demi memastikan program penghapusan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem berjalan optimal.

Di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, modernisasi militer, serta berbagai ancaman keamanan yang semakin kompleks, kebutuhan Indonesia untuk memperkuat sektor pertahanan menjadi semakin penting. Namun di sisi lain, setiap rupiah yang dialokasikan untuk pertahanan juga merupakan uang publik yang harus dikelola secara transparan, efektif, dan akuntabel.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth melempar sentilan keras kepada negara-negara sekutunya di kawasan Asia. Melansir Reuters, bos Pentagon ini menegaskan, Washington tidak akan lagi menoleransi aksi curang alias numpang gratisan (freeloading) dalam urusan anggaran pertahanan.

Perdana Menteri Portugal Luis Montenegro menyatakan bahwa negaranya tengah menyusun strategi untuk menambah anggaran pertahanan secara bertahap. Tujuannya agar mampu mencapai target yang ditetapkan NATO sebesar 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2035.

Saat ini dunia sedang dihadapi beberapa konflik yang beberapa di antaranya adalah konflik Rusia-Ukraina, serangan militer di Gaza hingga Iran-Israel yang menyebabkan ketegangan geopolitik di dunia.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan bahwa negaranya berkomitmen untuk menambah anggaran pertahanan menjadi 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang sejalan dengan tujuan bersama negara anggota NATO.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan bahwa negaranya akan meningkatkan anggaran pertahanan hingga mencapai target yang ditetapkan NATO yakni sebesar 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte mengatakan bahwa ia akan berencana untuk menambah anggaran pertahanan hingga mencapai 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing negara anggota aliansi.