Norwegia Siap Gelontorkan 5% dari PDB untuk Pertahanan

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan bahwa negaranya berkomitmen untuk menambah anggaran pertahanan menjadi 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang sejalan dengan tujuan bersama negara anggota NATO.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte telah menyerukan agar masing-masing negara anggota menggelontorkan anggaran 5% dari PDB mereka untuk pertahanan dan langkah-langkah keamanan yang lebih luas. Hal ini ia ungkapkan usai NATO mendapat tekanan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di tengah konflik Rusia-Ukraina.
Baca Juga: Fordow, Tempat Misterius Pengayaan Nuklir Iran yang Sulit Ditembus Israel
"Komitmen yang kami buat saat ini sejalan dengan prioritas utama yang ditetapkan dalam Strategi Keamanan Nasional, di mana kami telah menyatakan dengan jelas bahwa kami harus segera memperkuat kemampuan pertahanan kami," kata Store melansir Regjeringen.no, laman pemerintah Norwegia, Sabtu (21/6).
Norwegia merupakan negara yang berbatasan dengan Rusia. Store menuturkan, pemerintahannya akan membelanjakan 3,5% dari PDB untuk pertahanan tradisional, termasuk dukungan finansial untuk militer Ukraina. Sementara, 1,5% lainnya untuk keamanan yang lebih luas berdasarkan rencana NATO.
Baca Juga: Israel Sebut Iran Luncurkan Bom Cluster
"Anggaran 1,5% dapat dialokasikan untuk bidang dan langkah-langkah yang meningkatkan ketahanan kita dan mendukung pelaksanaan rencana pertahanan. Ini dapat mencakup pengeluaran yang berkaitan dengan biaya operasional dan investasi dalam infrastruktur, kesiapan sipil, keamanan pasokan energi, upaya untuk memperluas kapasitas industri pertahanan dan langkah-langkah untuk melindungi kita dari ancaman hibrida dan siber,’ jelasnya.
Pada 2024, Norwegia mengeluarkan sekitar 2,2% dari PDB untuk pertahanan. Badan statistik Norwegia mengungkapkan nilai ini naik dari 1,4% pada tahun 2022. Rencana, anggaran ini akan ditambah secara bertahap dengan target minimal 3,3% dari PDB pada tahun ini. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































