Israel Sebut Iran Luncurkan Bom Cluster

Jakarta, IDM – Israel mengatakan bahwa Iran telah meluncurkan serangkaian serangan rudal termasuk bom cluster atau tandan yang sangat mematikan.
Bom cluster dijatuhkan ke tanah dari udara dalam bentuk submunisi. Setiap bom cluster terdiri dari beberapa bom kecil yang akan tersebar secara acak di area hingga sebesar lapangan bola.
Ketika dijatuhkan ke tanah, tidak semua bom kecil ini meledak saat terjadi benturan. Bom yang tidak meledak itu, yang dikenal sebagai duds, dapat tetap tertanam di dalam tanah selama bertahun-tahun. Hal itulah yang membuat bom cluster sangat berbahaya dan dapat berdampak fatal bagi warga sipil.
Baca Juga: Pangkoarmada II Kumpulkan Komandan Kapal Perang, Bahas Apa?
Lebih dari 120 negara dan entitas termasuk sebagian besar anggota NATO, telah menandatangani konvensi yang melarang penggunaan bom cluster pada 2008. Tetapi, Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan pihak yang ikut meratifikasi perjanjian tersebut.
"Hari ini, Angkatan Bersenjata Iran menembakkan rudal yang berisi submunisi cluster ke daerah padat penduduk sipil di Israel," kata Kedutaan Besar Israel di Washington, melansir Reuters, Jumat (20/5).
Baca Juga: Fordow, Tempat Misterius Pengayaan Nuklir Iran yang Sulit Ditembus Israel
"Bom cluster dirancang untuk menyebar ke area yang luas dan memaksimalkan kemungkinan serangan yang berbahaya. Iran secara tidak sah menembaki dengan sengaja ke pusat-pusat populasi sipil, dan berupaya memaksimalkan kerusakan pada warga sipil di sana dengan menggunakan amunisi yang dapat menyebar luas tersebut," sambungnya.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) juga melaporkan bahwa sebuah rumah di pusat Kota Azor hancur dihantam bom cluster. Bom cluster itu disebut terbelah menjadi submunisi saat meluncur di ketinggian sekitar 7 km. Lalu, sekitar 20 submunisi tersebar ke area radius sekitar 8 km. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































