Ukraina disebut telah menembakkan bom cluster ke sebuah desa dekat perbatasan di Rusia. Serangan itu melukai beberapa warga sipil dan merusak pemukiman mereka.
Pemerintahan Rusia mengklaim bahwa Ukraina telah meluncurkan bom cluster yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) pada beberapa waktu lalu. Penggunaan bom itu dikecam sebagai teror dan melewati batas 'garis merah' di medan tempur.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya tidak segan meluncurkan bom cluster jika Ukraina menggunakannya di medan perang. Menurutnya, Rusia memiliki persediaan yang cukup untuk membalas serangan tersebut.
Amerika Serikat (AS) akan mengirim bom cluster ke Ukraina dalam paket bantuan senjata senilai $800 juta. Keputusan tersebut ditentang banyak pihak karena menimbulkan dampak yang berbahaya terhadap kemanusiaan dalam jangka panjang.